Beranda Utama Presiden Palestina : Yerusalem “Garis Merah” Ibu Kota

Presiden Palestina : Yerusalem “Garis Merah” Ibu Kota

0
Presiden Palestina : Yerusalem “Garis Merah” Ibu Kota
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

RADARDEPOK.COM – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, sekarang ini negaranya sedang berjuang keras melawan agresi Israel. Abbas menyebut serangan ke negaranya tidak hanya di Jalur Gaza, dan Israel tidak mengindahkan konvensi dan norma interasional.

“Agresi berkelanjutan dari pasukan penjajah terhadap rakyat kami di mana-mana, termasuk agresi di Jalur Gaza, telah melewati segala batas, mengabaikan semua norma-norma dan konvensi-konvensi internasional,” ujar Presiden Abbas.

Abbas menuturkan, Palestina berada dalam posisi kesulitan untuk melindungi martabat, hak, dan rakyatnya. Selain itu, Presiden Abbas berkata Yerusalem merupakan “garis merah” serta ibu kota dari Palestina.

“Yerusalem adalah garis merah. Tempat itu adalah jantung dan jiwa dari Palestina, dan ibu kotanya yang abadi. Dan tidak ada perdamaian, keamanan, atau stabilitas, kecuali dengan liberasinya yang menyeluruh,” ujar Presiden Abbas.

Warga Gaza di Palestina merayakan Idul Fitri di tengah pengeboman Israel yang mematikan.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (13/05), penduduk Palestina di Jalur Gaza bangun pada Kamis pagi untuk memperingati Idul Fitri – salah satu acara paling suci dalam kalender Islam – di tengah pemboman udara tanpa henti oleh Israel.

“Sebagian besar warga Gaza sudah bangun,” kata Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera, mencatat bahwa pemboman berlanjut hingga malam dan Kamis pagi.

“Dari waktu ke waktu Anda mendengar ledakan keras, dan gedung-gedung terguncang.”

Hamas membenarkan, komandannya di Kota Gaza, Bassem Issa, tewas dalam serangan udara Israel bersama dengan anggota senior lainnya dari kelompok itu. Kantor keamanan nasional Hamas juga dilaporkan dilanda serangan Israel pada Kamis pagi.

Sumber lokal mengatakan jet tempur Israel mengebom situs-situs milik kelompok bersenjata Palestina, selain gedung keamanan dan polisi. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya