Beranda Utama Puasa Menuntun Perilaku Mulia

Puasa Menuntun Perilaku Mulia

0
Puasa Menuntun Perilaku Mulia
Ketua MUI Kec Sawangan, H Abdullah Syafii

RADARDEPOK.COM – Puasa suatu ibadah yang menuntun kepada Perilaku dan keribadian  yang mulia. Membantu menghilangkan kerusakan moral dari segala bentuk dan jenisnya. Kerusakan  moral merupakan penyakit manusia yang tidak dapat disembuhkan oleh dokter, tapi hanya dapat disembuhkan oleh nilai nilai agama.

Bagi orang yang berpuasa yang memahami  Hakikat puasa, akan menghindari segala perbuatan buruk, juga menghindari perkara perkara yang akan merendahkan derajatnya. Karenanya orang yang berpuasa harus berpegang kepada ajaran  Rasulullah SAW, agar puasanya menjadi obat, menghasilkan perilaku yang baik bagi dirinya. Sabda Rasululah Saw.

“Jika seseorang bertepatan  dengan hari puasanya,  maka janganlah ia berkata-perkataan porno dan jangan pula berbuat maksiat. Jika ada seseorang memusuhi atau memcercanyai hendaknya ia berkata kepadanya saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa. ” (HR.Imam Ahmad)

Bila seseorang  berpuasa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan buruk, maka pahala puasanya tidak ada. Berdasarkan hadis  Rasulullah Saw:

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan bohong dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh kepada-nya, ketika Ia meninggalkan makan dan minumnya. “(HR.Buhori).

Hadis ini menunjukkan bahwa ketika berpuasa harus berusaha meninggalkan perkataan bohong, keji, dan kata buruk lainya.

Allah tidak akan memberikan pahala  puasa bagi orang yang ketika dia berpuasa tidak menjaga  perbuatanya. Tapi ketika dia mampu menjaga,  maka Allah akan membalasnya dengan karunia yang besar. Serta meraih kemuliaan akhlak, dan  terhindar  dari segala perbuatan buruk.

Begitu pula dalam perkataan , dia tidak berkata,  kecuali perkataan yang benar serta  tidak sekali-sekali bersaksi kepada kesaksian yang tidak benar.

Perintah untuk menghindari makan  minum, serta  ucapan buruk  ketika berpuasa, adalah sebagai obat  untuk memperbaiki sikap dan perilaku manusia yang di timbulkan dari  hal tersebut. Banyak kerusakan di muka bumi ini akibat dari ucapan, makan, minum, serta perbuatan manusia.

Ibadah puasalah yang di landasi nilai nilai aturan puasa, sebagai obat , untuk mengangkat seseorang ke derajat yang mulia. Tapi sebaliknya bila mengabaikan nilai nilai ketentuan tersebut,  akan menjadi manusia  yang terhina.

Dari dua hadis tersebut di atas, memberikan ajaran kepada umat Islam untuk menjaga kualitas puasanya. Menghindari perbuatan dan buruk seperti, bohong, maksiat dan lainnya. Hingga setelah berpuasa ia menjadi orang muslim yang memiliki perilaku mulia dan terhormat.

Oleh karenanya perlu dijaga kehormatan tersebut, dengan menjaga  kualitas puasa. InsyaAllah perbuatan baik akan mudah dilaksanakan dan yang buruk akan mudah untuk ditinggalkan.(rd/dis)

Editor : Fahmi Akbar