Beranda Satelit Depok Ramadan dan Kedermawanan

Ramadan dan Kedermawanan

0
Ramadan dan Kedermawanan

RADARDEPOK.COM – Maafkan kami Ramadan. Ramadan hampir usai tahun ini. Ia datang kepada manusia dengan semangat, motivasi dan pahala berbagi yang begitu besar. Allah SWT memperlihatkan kemurahanNya di hari hari bulan suci Ramadhan  dengan limpahan rahmat Nya, maghfiroh Nya dan pembebasan dari siksa neraka. Terhadap orang orang pilihan. Siapa itu orang pilihan? Yaitu orang orang pemurah hati dan banyak berbagi dengan bersedekah. Dan pahala itu dilipatgandakan di bulan Ramadan ini. Karena itulah Ramadan selain sebagai bulan ibadah, tapi juga  sebagai  simbol kedermawanan. Kedermawanan ini dicontohkan Rasulullah.

Beliau adalah manusia mulia karena berhati sangat pemurah. Tak ada dirham atau makanan yang pernah menginap di rumahnya karena selalu saja beliau sedekahkan.Begitulah akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga Ibnu Abbas RA melukiskan pribadi beliau, “Nabi SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan sifat murah hatinya semakin bertambah di bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya untuk mengajarkan Al Qur’an kepadanya. Sungguh, keadaan Rasulullah saat ditemui Rasulullah sangat dermawan dalam kebaikan, melebihi angin yang berhembus.(HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW telah menjadi contoh yang sempurna dalam kedermawanan di bulan Ramadhan, yang ketika ia memberi  rasa gembiranya jauh lebih besar dari orang yang menerima pemberiannya.Betapa kita sangat butuh menjadikan petunjuk dan akhlaknya sebagai panduan disetiap detik kehidupan kita, khususnya di bulan Ramadhan ini. Berbagi dan  bersedekah di hari hari ini memang menjadi amal yang sangat istimewa.karena bersama amalan amalan lainnya ia akan menjadi alasan manusia dianugerahi syurga Nya. Rasulullah SAW bersabda,” Di syurga itu ada kamar kamar yang terlihat atasnya dari dalamnya. Terlihat pula dalamnya dari atasnya.Sahabat bertanya, ” Untuk siapa kamar kamar itu ya Rasulullah?” Kemudian beliau menjawab, ” Untuk orang yang baik ucapannya, memberi makan selalu berpuasa dan shalat di tengah malam saat manusia sedang tertidur. (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Dari hadist itu kita tahu bahwa puasa dan sedekah itu melekat di bulan Ramadhan. Bahkan diantara makna puasa yang diwajibkan pada kita adalah munculnya kepekaan bagi orang orang yang berpuasa terhadap kebutuhan fakir miskin yang kebutuhan makan/ minum dll sangat sangat terbatas.Ibnu Umar RA  ketika sedang berpuasa, ia tidak mau berbuka kecuali bersama orang orang miskin. Jika keluarganya tak mengundang orang orang miskin untuk datang dan makan bersamanya, maka ia menolak untuk makan.Jika seorang peminta minta datang kepadanya saat ia sedang menghadapi makanannya, maka dia akan membagi makanan itu. Bagian besar untuk sang peminta, sedang bagian kecil untuk dirinya sendiri. Kisah Abdurrahman bin Auf RA yang ketika melihat makanan yang diberikan untuknya, ia justru menangis.Keluarganya bertanya penyebab ia menangis.

“Aku teringat Mus’ab bin Umair, yang dihari kematiannya kami tidak menemukan sesuatu untuk mengkafaninya kecuali hanya selembar burdah.Jika kami menutupi kepalanya, maka tersingkaplah kedua kakinya. Tapi jika kami tutupi kakinya, maka tersingkaplah kepalanya.

Dan hari ini saya menikmati keberagaman makanan saya.Aku khawatir makanan ini adalah kebaikan kebaikan yang dipercepat untuk kami.

Perhatikanlah, betapa Ramadhan lahir ditengah orang orang seperti mereka yang mempunyai semangat berbagi yang begitu tinggi, memiliki rasa persaudaraan yang sangat kuat sekalipun mereka tidak punya hubungan darah.Mereka merasakan  tubuh saudaranya bagaikan tubuhnya sendiri. Indah sekali  jiwa jiwa yang dermawan itu. Betapa mereka mementingkan oranglain.Dan betapa besar kecintaan mereka pada apa yang ada disisi Tuhannya.

Imam Asy Syafi’i berkata,” Aku menyukai orang yang bertambah kedermawanannya di bulan Ramadhan karena mengikuti sunnah Nabi SAW, dan untuk membantu orang orang yang membutuhkan, agar mereka lebih memperbanyak puasa dan sholatnya daripada sibuk mencari harta. Ramadhan adalah bulan kedermawanan dan persaudaraan, yang tercermin dari perilaku perilaku orang orang sholeh itu. Sudah seharusnya kita berkaca kepada mereka, agar kitapun lebih dermawan supaya  Allah memberi lebih banyak kepada kita karena kedermawan.

Allah berfirman, ” Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu peroleh balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya” QS Al Muzammil: 17) Semoga Ramadhan bisa menjadi sekolah dimana kita akan keluar sebagai pemenang dengan akhlak kedermawanan. Aamiin.(*)

Penulis : El Shanti Yuliana, Pengusaha – Muslimat Al Huda Depok

Editor : Febrina