Edukasi di YPLB Nusantara
RAJIN: Penghuni Panti Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar yang disediakan panti. FOTO: IST

Lebih Dekat dengan Sujono, Pendiri Panti YPLB Nusantara (3-Habis)

RADARDEPOK.COM, Keberadaan Panti Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara yang didirikan Sujono, sangat menolong anak–anak disabilitas untuk mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak bagi mereka.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

Di usianya yang semakin senja, Sujono ingin mencurahkan hidupnya untuk merawat anak–anak disabilitas, khususnya yang terlantar di jalanan. Hal itu ia buktikan lewat pengorbanan besar untuk mereka.

Tak tanggung–tanggung, Sujono rela menjual rumah tempat tinggalnya, yang dibangun dengan keringat dan doanya selama ini, hanya untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi untuk anak berkebutuhan khusus.

“Waktu itu saya berpikir, kalau ngontrak rumah terus biayanya sangat besar. Maka saya putuskan untuk menjual rumah, dan membeli lahan rawa yang saya sulap menjadi asrama ini,” ucap Sujono kepada Radar Depok.

Seiring berjalannya waktu, anak asuhnya kian bertambah. Kebanyakan dari mereka merupakan anak–anak yang dibuang keluarganya, dan tidak sanggup menerima amanah besar tersebut. Tapi lama kelamaan, panti ini berkembang menjadi sebuah sekolah luar biasa yang menerima titipan anak asuh dari keluarga yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan layak.

“Penghuni panti ini awalnya kebanyakan anak–anak terlantar yang kami bawa dari jalanan. Setelah berkembang dan dikenal orang, banyak juga keluarga yang mendaftarkan anak mereka untuk sekolah dan menginap di sini,” beber Sujono.

Tidak heran, banyak warga yang ingin menyekolahkan anak spesial mereka ke Panti YPLB Nusantara. Lantaran sekolah ini tidak mematok tarif, serta memiliki tenaga pengajar yang profesional untuk memberikan wawasan mumpuni bagi anak berkebutuhan khusus.

“Di sini kami memberikan pendidikan kepada penyandang disabilitas. Seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hiper aktif, down syndrom, autis, epilepsy, cerebral palsy, yatim piatu, untuk anak usia dini dan usia lanjut,” jelasnya.

Saat ini, tercatat ada ratusan anak asuh dan puluhan tenaga pendidik yang ada di Panti YPLB Nusantara. Semua anak didik diperlakukan sama, sesuai kebutuhan mereka masing–masing tanpa adanya diskriminasi.  “ Jumlah anak asuh kami ada 288, pegawai ada 78 orang,” tutupnya. (*)

 

Jurnalis: Indra Abertnego

Editor: M. Agung HR