Rizki Apriwijaya
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya berbicara prokes covid-19. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK –Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya menjelaskan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2021 tidak melenceng jauh dari ekspektasi masyarakat.

Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini mengungkapkan

Komisi V telah melaksanakan rapat kerja bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III (Depok, Bogor, Bekasi) Provinsi Jabar, seperti dengan menginventarisir masalah, sehingga PPDB sekarang tahun 2021 tidak melenceng jauh dari ekspektasi masyarakat.

“Sehingga dapat mendekati yang diharapkan sesuai regulasi yang ada, baik jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali, dan jalur prestasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, khusus kuota PPDB SMA untuk jalur zonasi sebanyak 50 persen, afirmasi 20 persen, afirmasi Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dan disabilitas sebanyak 15 persen dan Kondisi Tertentu 5 persen.

Selain itu, jalur lainnya dalam PPDB untuk SMA adalah jalur perpindahan tugas orang tua atau wali atau jalur anak guru sebanyak 5 persen. Kemudian jalur prestasi sebanyak 25 persen atau sisa kuota.

“Jalur prestasi ditentukan dengan nilai rapor kejuaraan akademik dan non akademik,” ujarnya.

Kemudian, untuk PPDB 2021 untuk SMK jalur prestasi, yakni sebesar 65 persen, terdiri atas prestasi kejuaraan sebesar 5 persen dan prestasi rapor sebesar 60 persen. Jalur rapor ini terdiri atas jalur unggulan untuk persiapan kelas industri sebesar 35 persen dan umum sebesar 25 persen.

“Jalur afirmasi di SMK dialokasikan sebanyak 20 persen, yakni untuk KETM, disabilitas, dan kondisi tertentu seperti PPDB SMA. Kemudian jalur prioritas terdekat disediakan sebanyak 10 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali dan anak guru sebanyak 5 persen,” ujar Rizki Apriwijaya..

Kemudian pada 15 sampai 18 Mei 2021, dilakukan input data atau daya tampung sekolah oleh SMA, SMK, dan SLB. Pada 18 sampai 21 Mei 2021 dilakukan verifikasi kuota sekolah oleh admin Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.

Pada 21 Mei sampai 5 Juni 2021 dilakukan upload dokumen khusus seperti jalur prestasi kejuaraan melalui piagam dan foto, jalur perpindahan orang tua atau anak guru melalui surat tugas, jalur afirmasi KETM melalui kartu terdaftar pada DTKS, kemudian jalur kondisi tertentu melalui surat tugas atau SKTM bencana. Pada 4 sampai 6 Juni 2021 dilakukan verifikasi kelulusan SMP.

“PPDB ada dua tahap. Jika tidak lolos Tahap 1, dapat mendaftar di Tahap 2. Jika diterima di Tahap 1, tidak mengundurkan diri saat daftar ulang, sistem akan mengunci dan tidak bisa mendaftar di Tahap 2,” beber Rizki Apriwijaya. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah