banjir jatijajar
EVAKUASI : Relawan PMI Depok bersama Babinsa setempat saat melakukan penyusuran di lokasi banjir yang merendam RT7/9 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – 135 jiwa yang terdapat dalam 44 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir, di RT7/9 Kelurahan Jatijajar, Tapos Kota Depok. Banjir akibat hujan deras dan tanggul jebol Februari 2021 lalu yang belum ada perbaikan.

Ketua RT7/9 Kelurahan Jatijajar, Imam Rofi’i membenarkan, warganya yang terdampak hampir satu RT, namun sebagian tidak terdampak. Hal ini menjadi banjir paling besar yang pernah terjadi di lingkungan tersebut.

“Iya hampir sebagian warga saya kena banjir. Ini paling parah, tinggi banjirnya sampai pinggang,” terangnya saat dikonfirmasi Radar Depok.

Dia menjelaskan, penyebabnya karena curah hujan tinggi dan ditambah tanggul yang jebol saat Februari lalu, namun belum tertangani sehingga berdampak hingga merendam hampir satu RT. “Memang kita sudah laporan soal tanggul jebol. Saat kejadian tanggul jebol, ada sekitar 15 KK yang terdampak, sekarang lebih parah lagi, hampir 50 KK,” jelasnya.

Namun, berbagai pihak telah menyambangi lokasi banjir tersebut, mulai dari kecamatan, dinas, hingga relawan kemanusiaan. “Warga pasti harapannya, segera mungkin di perbaiki. Bukan hanya di lihat atau di tinjau. Kita khawatir adanya penyakit lain yang disebabkan dari banjir,” lanjut Imam.

Dilokasi terpisah, Koordinator Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kota Depok, Ari Prasetyo menerangkan, banjir terjadi karena hujan yang tinggi dan jebolnya anak Kali Cipinang sehingga merendam hampir satu RT.

“Ketinggian hampir sepinggang orang dewasa dan jangkauan banjir sekitar 400 meter. Kejadiannya itu kemarin sore (Senin, 24/05). Jadi banyak barang elektronik yang terendam,” jelasnya kepada Radar Depok.

Ari menjelaskan, dari 135 jiwa yang terdampak, meliputi pria sebanyak 67 orang, perempuan 68 orang, serta balita delapan orang. Namun, telah ditangani petugas serta pejabat lingkungan setempat. “RT dan RW setempat juga sudah mempersiapkan lokasi untuk mengungsi,” kata Ari.

Guna memperingankan beban warga yang terdampak, PMI menyalurkan bantuan alat kebersihan serta kebutuhan keluarga. (arn/rd)