Beranda Pendidikan SD Perjuangan Terpadu dapat Penghargaan Raksa Prasada

SD Perjuangan Terpadu dapat Penghargaan Raksa Prasada

0
SD Perjuangan Terpadu dapat Penghargaan Raksa Prasada
LINGKUNGAN : Ketua Yayasan Perjuangan Kholifah Masa Depan, Moch. Soleh bersama dengan Kepala SD Perjuangan Terpadu, Rita Marliana serta guru-gurunya saat menunjukan piala dan piagam penghargaan Raksa Prasada Kategori Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SD Perjuangan Terpadu yang terus membuat program dan kegiatan berbasis dengan lingkungan, membuahkan hasil dengan mendapatkan penghargaan Raksa Prasada kategori Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kepala SD Perjuangan Terpadu, Rita Marliana mengatakan, untuk mendapatkan penghargaan ini, tentu tidak mudah. Karena, setelah dicalonkan sebagai Sekolah Adiwiyata Kota Depok, ada beberapa persyaratan yang harus dilalui.

Dalam verifikasi tersebut, dilihat kebijakan dan kurikulum sekolah yang berbasis wawasan lingkungan hidup. Lalu ada juga kegiatan yang mendorong siswa untuk peduli lingkungan. Ada juga tentang pengelolaan lingkungan sekolah yang baik, seperti pengelolaan limbah, perawatan tanaman, serta pembuatan ruang tumbuh.

“Ada verifikasi lapangan. Setelah lolos dari verifikasi dari Tim Provinsi Jawa Barat tersebut, baru sekolah berhak menerima penghargaan Raksa Prasada,” ucapnya kepada Radar Depok.

Rita menuturkan, ada beberapa inovasi yang dilakukan pihaknya berkaitan dengan lingkungan. Mulai dari sarana prasana ruang terbuka hijau, lalu memberikan edukasi ke siswa tentang pentingnya memelihara lingkungan hidup, khususnya d sekolah sebagai taman ilmu bagi siswa.

Kegiatan cinta lingkungan yang dilakukan adalah penanaman tumbuhan di sekitar sekolah, membuat hydroponik, dan jumat bersih (jumsih). Agar semua program bisa berjalan dengan baik dibentuk tim sekolah yang dipimpin M. Nurul Fikri.

“Kedepannya, sekolah akan membuat lingkungan sekolah tetap asri, indah, dan nyaman, serta terus berbenah dalam menciptakan sekolah berbasis lingkungan,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya