berbagi ramadan ciherang
BERBAGI : RW6, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, adakan Semarak Ramadan, yang salah satu kegiatannya yakni santunan untuk anak-anak yatim yang ada di wilayahnya. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK Merayakan bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, RW6, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, menyelenggarakan Semarak Ramadan, yang diisi dengan berbagai perlombaan islami dan santunan yatim.

Ketua RW6 Sukatani, Samsudin menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang juga di monitor oleh Kampung Siaga Tangguh Jaya (KTSJ).

“Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama lingkungan RW6 dengan Karang Taruna, Keluarga Besar Remaja Ciherang (KBRC), dan Sahabat Milenial Depok (Smile),” ucapnya kepada Radar Depok, Rabu (5/5).

Dirinya menjelaskan, kegiatan Semarak Ramadan ini meliputi lomba Tahfiz Alquran, adzan, dan dai cilik. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan santunan untuk yatim yang ada di lingkungannya.

“Untuk menghindari kerumunan, 70 persen perlombaan dilakukan secara virtual melalui zoom. Dan alhamdulillah antusiasnya sangat luar biasa, kegiatan lomba ini diikuti oleh 63 anak,” terangnya.

Sedangkan untuk santunan, Alloy-sapaan akrabnya-mengungkapkan, ada 35 yatim yang diberikan santunan, dan masih menjadi bagian dari Semarak Ramadan.

“Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik, dengan protokol kesehatan yang ketat, dan dinpantau oleh KTSJ dan Satgas RW 6,” jelasnya.

Terpisah, Ketua KBRC, Irfan Januar sangat mengapresiasi kegiatan Semarak Ramadan yang dengan mengadakan perlombaan yang bernuansa islami. “Kegiatan ini sangat bagus dan mendorong anak-anak lebih giat lagi dalam belajar agama. Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, kegiatan ini mendorong anak-anak menyukai masjid karena kegiatan tersebut diadakan di pelataran masjid,” terangnya.

Menurutnya, jadikanlah masjid tempat menyenangkan untuk anak-anak agar mereka terbiasa ke masjid dan rajin beribadah.

“Jangan jadikan masjid tempat yang menyeramkan untuk anak-anak, karena tidak boleh bermain, tidak boleh bercanda sehingga memumbuat anak-anak enggan ke masjid. Dengan kegiatan menyenangkan seperti ini, membuat mereka merasa senang dan terbiasa ke rumah Allah,” tandasnya. (rd/tul)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Junior Williandro