Pengecekan pendatang arus mudik lebaran
KUNJUNGAN: Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Nuraeni Widiyatti saat melakukan kunjungan ke salah satu titik penyekatan pemudik, beberapa waktu lalu. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok melakukan berbagai upaya mencegah bertambahnya pasien positif Covid-19, pascalibur Lebaran atau mudik. Walaupun tahun ini mudik dilarang, namun tak sedikit masih ada orang membandel.

Bagi yang membandel, Pemkot Depok menggelar tes rapid Antigen di tiga titik penyekatan, dengan meminta bantuan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Satpol PP dalam operasi tersebut. Pada giat tersebut, didapati delapan orang yang berhasil didata Disdukcapil, sedangkan Satpol PP hingga saat ini masih merekap data.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widiyatti mengatakan, Disdukcapil melakukan identifikasi kepada para pendatang yang kembali ke Kota Depok. Identifikasi dilakukan kepada masyarakat yang datang ke Kota Depok, namun tidak membawa identitas diri.

“Karena untuk kebutuhan tes rapid Antigen, maka dari itu perlu identitas yang di dalamnya ada Nomor Induk Kependudukan, Disdukcapil membantu. Bisa melalui pengecekkan alamat dan tanggal lahir orang tersebut, ataupun melalui foto (iris mata),” tutur Nuraeni kepada Radar Depok, Minggu (30/5).

Nuraeni menjelaskan, Disdukcapil Kota Depok melakukan identifikasi penduduk yang mudik atau pendatang ke Depok di tiga titik, yaitu Terminal Jatijajar, SPBU Cilangkap, dan BSI Sawangan.

“Teridentifikasi ada delapan pendatang yang tidak membawa identitas, berdasarkan data dari tanggal 18 sampai 24 Mei,” ungkap Nuraeni.

Dari delapan orang yang diidentifikasi, Dinkes Kota Depok melakukan tes rapid antigen dan hasilnya adalah negatif. “Hasil dari kedelapan orang tersebut negatif, setelah dites Dinkes,” ucap Nuraeni.

Kedelapan orang tersebut adalah satu orang berasal dari Lampung, satu dari Sampang Madura, dua orang dari Majalengka, tiga orang dari Tasikmalaya, dan satu orang berasal dari Bojongsari Depok. “Data tersebut kami serahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok,” tandas Nuraeni.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kota Depok, Ferry Birowo mengatakan, pihaknya masih belum melakukan rekapan data terkait identifikasi para pendatang. “Karena kan masih berlangsung sampai dengan 31 Mei ini,” tutur Ferry kepada Radar Depok.

Namun, Ferry mengungkapkan, Satpol PP di tingkat kecamatan berkoordinasi terkait pelaksanaan rapid antigen.

“Tidak hanya di tiga titik penyekatan yang ada. Namun, Satpol PP juga bekerjasama di tingkat kecamatan dalam pelaksanaan rapid antigen,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR