Suasana Terminal Jatijajar
TERMINAL BEROPERASI: Sejumlah penumpang serta PO Bus AKAP dan AKDP sudah terlihat beraktifitas di lingkungan Terminal Terpadu Jatijajar, Kecamatan Tapos setelah pemerintah menutup pelayanan selama mudik Lebaran. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kembali membuka pelayanan di Terminal Terpadu Jatijajar, setelah sebelumnya dilakukan penutupan pelayanan selama mudik Lebaran. Namun, saat ini aktifitas penumpang masih sepi.

Humas BPTJ, Budi Rahardjo menerangkan, pelayanan terminal terpadu di bawah naungan BPTJ sudah kembali beroperasi, salah satunya Terminal Jatijajar. Hal ini membuat petugas terus melakukan pemantauan.

“Iya sudah beroperasi, setelah kemarin stop beroperasi untuk menghindari arus mudik,” terang Budi kepada Radar Depok, Selasa (18/5).

Meski begitu lanjut Budi, kembali beroperasinya bus bukan berarti tanpa pengetatan. BPTJ telah memberlakukan pengetatan perjalanan antar kota, agar masyarakat tidak lengah dengan protokol kesehatan.

“Ini kan lokasi pelayanan publik, baik di terminal maupun di dalam bus. Jadi kami kembalikan pengetatan normal bagi penumpang bus antar kota,” ungkap Budi.

Pengetatan yang dilakukan seperti wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh, hingga menurunkan kapasitas penumpang dari jumlah maksimal. Hal ini sesuai aturan yang berlaku dalam mencegah penyebaran covid-19.

Sementara itu, penutupan operasional terminal, ternyata masih berdampak bagi salah satu PO Bus Agra Mas. Penjaga PO Agra Mas, Galuh Setiawan menuturkan, hari ini belum ada satu penumpang yang melakukan pemesanan perjalanan menuju Boyolali, Jawa Tengah.

“Ada penumpang hari ini, tapi hanya tujuh orang. Itu pun dari pesanan sebelum Lebaran. Mereka tahu dilarang mudik, jadi tanggal keberangkatan diubah,” tutur Galuh kepada Radar Depok.

Meski begitu, dirinya tetap harus terus melayani penumpang, agar jasa penyedia transportasi terus berjalan. Pihak Agra Mas juga berharap ada peran pemerintah untuk kembali melonjakkan penumpang.

“Itu saja harapan kami, penumpang bisa kembali normal. Tapi tetap dengan peraturan protokol kesehatan. Karena kami juga tidak mau kesalahan, jika ada penumpang yang terpapar,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR