bendera israel palestina

RADARDEPOK.COM – Israel menjadi salah satu negara yang dikenal memiliki pasukan modern di dunia yang diisi dengan persenjataan nuklir. Sedangkan Palestina, tidak memiliki tentara reguler, tidak memiliki armada untuk membela diri dari agresi ini.

Kontroversial Israel dalam pengadilan yang memerintahkan pengusiran warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, memicu protes dan reaksi keras dari otoritas Israel. Eskalasi yang memanas saat ini, membuat para pakar internasional khawatir akan terjadi perang skala penuh yang sudah ada di depan mata.

Berdasarkan laporan Aljazeera, hingga Sabtu kemarin (15/05), ada 113 warga Palestina di Gaza yang meninggal dunia akibat serangan Israel ke Palestina. Selain itu, lebih dari 580 warga Palestina terluka di momen Idul Fitri.

Jadi, bagaimana kemampuan militer, politik dan ekonomi dari masing-masing pihak?

 

Situs berita asal Turki, TRTWorld mengulas kemampuan militer kedua negara ini, dikutip Minggu (16/05).

Pasukan bersenjata

Pasukan Pertahanan Israel (Israeli Defence Forces/IDF) memiliki sekitar 170.000 personel militer aktif, dan ada lagi lebih dari 3 juta pria dan wanita warga Israel yang bersedia untuk dinas militer. Tentu, jumlah ini adalah angka yang luar biasa untuk sebuah negara dengan populasi hanya 9 juta, menunjukkan betapa kuatnya militerisasi Israel.

IDF juga menawarkan anggaran yang sangat besar, yakni mencapai US$ 20,5 miliar atau Rp 297 triliun (kurs Rp 14.500/US$) yang tersedia untuk belanja militer, menurut perkiraan tahun 2019. Besaran ini berada di peringkat ke-15 dalam hal pengeluaran militer secara global.

Di sisi lain, Palestina tanpa tentara reguler, kecuali Hamas, kelompok perlawanan Palestina memiliki tenaga pejuang yang jauh lebih sedikit daripada tentara Israel, jumlahnya sekitar 30.000 hingga 50.000 tentara.

Menurut perkiraan yang berbeda, Hamas memiliki antara 10.000-20.000 pejuang. Pada tahun 2009, International Crisis Group memperkirakan kekuatan Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas, antara 7.000 dan 10.000.

Tetapi perkiraan terbaru mengatakan jumlah pejuang kelompok itu bisa mencapai hampir 40.000. Jihad Islam (Islamic Jihad), lalu kelompok bersenjata lain yang didukung oleh Iran, memiliki pejuang antara 8.000-9.000.

Memang ada Pasukan Keamanan Otoritas Palestina, yang dibentuk di bawah Kesepakatan Damai Oslo yang sebetulnya gagal, ditandatangani oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel, dan sebagian besar didanai oleh AS dan UE.

Namun, armada tentara ini bertindak dalam koordinasi dengan Tel Aviv. Sebagian besar pejuang PLO diintegrasikan ke dalam pasukan ini, berjumlah sekitar 83.000.

Banyak warga Palestina dan pengamat militer menilai Kesepakatan Oslo sebagai perjanjian yang gagal dan mendiskreditkan Palestina, yang telah mengubah kapasitas tempur PLO menjadi pasukan keamanan yang tunduk di bawah kendali de facto Israel. Akibatnya, dalam perang aktif antara Palestina dan Israel ini, Pasukan Keamanan Otoritas Palestina tidak dapat memainkan peran militer apa pun.

Tentara Israel memiliki berbagai senjata yang diproduksi oleh industri militer dalam negerinya. Pabrikan senjata di Israel juga dikenal sebagai salah satu eksportir terbesar di dunia, yang menjual senjata ke negara-negara seperti Rusia dan AS. Banyak negara Eropa juga merupakan klien Israel.

Negara zionis ini juga diam-diam mengembangkan senjata nuklir, yang belum diproduksi di bawah Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), perjanjian internasional yang mengatur aturan inventaris nuklir dunia.

Sementara itu kelompok seperti Hamas, dengan bantuan negara lain, ingin membangun roket mereka sendiri dan peralatan militer lainnya di Gaza, pantai timur laut tengah Palestina. Adapun Palestina tidak memiliki industri pertahanan nasional.

Menurut perkiraan, Angkatan Udara Israel memiliki sedikitnya 684 jet tempur dengan 34 personel aktif. Sedangkan Palestina tidak memiliki pesawat terbang.

Meskipun Palestina tidak memiliki angkatan udara, beberapa media Amerika baru-baru ini menerbitkan laporan yang mengatakan bahwa “Serangan udara dari militan Hamas membunuh 20 orang di Israel”. 

Dengan 10.000 personel tugas aktifnya, Angkatan Laut Israel memiliki 4 korvet (kapal perang ukuran kecil), 8 kapal rudal, 5 kapal selam, 45 kapal patroli, dan 2 kapal pendukung. Orang Palestina memiliki sedikit lebih dari beberapa perahu penangkap ikan di Gaza.

Terlepas dari perbedaan besar antara kemampuan militer kedua belah pihak, Israel terus-menerus mengeluh tentang jumlah roket Hamas dan Jihad Islam.

“Intelijen Israel menilai bahwa sebagian besar persenjataan Hamas yang terdiri dari 5.000 hingga 6.000 roket dapat menyerang di suatu tempat antara komunitas perbatasan Gaza dan 40-55 km,” tulis laporan Jerusalem Post.

Surat kabar Israel juga mengatakan bahwa Jihad Islam memiliki 8.000 roket jarak pendek.

Menurut intelijen Israel, Hamas memiliki puluhan roket dengan jangkauan 100-160 km, sedangkan Jihad Islam memiliki jumlah yang sangat kecil dari roket Buraq-100 dengan jangkauan lebih dari 100 km.

Hamas mungkin juga memiliki ratusan roket dengan jangkauan 70-80 km yang dapat menjangkau kota-kota seperti Tel Aviv. Kebanyakan roket dibuat oleh Iran.

Di sisi lain, Israel memiliki sistem rudal balistik dan rudal jelajah yang canggih dan beragam. Mereka tidak hanya menyerang kota-kota Palestina tetapi juga negara-negara seperti Mesir, Suriah dan Iran.

“Sebagian besar perkiraan kemampuan rudal Israel menunjukkan bahwa Israel memiliki rudal balistik jarak menengah (MRBM) berkemampuan nuklir; rudal jelajah sub-sonik jarak pendek dengan kemampuan canggih seperti non-line of sight targeting (NLOS) dan kemampuan manuver midflight; dan kemampuan rudal pertahanan yang signifikan,” tulis laporan NTI, pengawas nuklir.

“[Rudal] Jericho-2 punya jangkauan sekitar 1.500 km dengan muatan 1.000 km, jangkauan yang akan mencakup seluruh Mesir, Suriah, dan Irak, tetapi hanya wilayah perbatasan Iran barat; beberapa pengamat, bagaimanapun, telah menilai rudal itu memiliki jangkauan 3.500 km, yang akan mencapai seluruh Iran,” tulis laporan yang sama.

Sementara Israel terus merahasiakan inventaris misilnya. Sebab itu, para analis berpikir bahwa negara itu memiliki keunggulan yang tak tertandingi atas roket Hamas dan Jihad Islam.

Terakhir, Israel memiliki sistem pertahanan udara Iron Dome yang efektif untuk melindungi dirinya dari serangan roket Hamas dan Jihad Islam. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya