Beranda Utama Tidak Semua Berjalan Mulus, 2 Proyek Tol Sumatera Mandek

Tidak Semua Berjalan Mulus, 2 Proyek Tol Sumatera Mandek

0
Tidak Semua Berjalan Mulus, 2 Proyek Tol Sumatera Mandek
Ruas Tol Sumatera.

RADARDEPOK.COM – Penyelesaian proyek pembangunan infrastruktur nyatanya memang tidak selalu berjalan lancar khususnya dari permasalahan pembebasan lahan. Pembangunan dua ruas jalan tol di Trans Sumatera pun sempat mandek dan dikabarkan masih dilakukan pengerjaannya.

Manajemen Hutama Karya (Persero) menjawab kelanjutan dari dua ruas Tol Trans Sumatera Padang – Sicincin┬ádan Binjai – Langsa 1.

Padang – Sicincin Melewati Tanah Adat

Ruas tol ini sempat terkendala lantaran harus melewati tanah pusaka yang bersifat produktif, membuat proses pembebasan tanahnya semakin pelik. Bahkan informasinya, perusahaan yang bertugas membangun tol ini, Hutama Karya (Persero) menghentikan pembangunannya.

“Pembebasan lahan masih menjadi tantangan perusahaan, meski demikian progress yang tidak begitu signifikan bukan karena pembangunan yang lambat tapi perusahaan hanya dapat mengerjakan konstruksi tol sesuai lahan yang telah dibebaskan,” kata Direktur Operasi III PT Hutama Karya Koentjoro pada acara virtual media gathering ngabuburit (6/5)

Namun, Hutama Karya masih berupaya mengerjakan konstruksi tol sesuai dengan lahan yang sudah dibebaskan.

“Saat ini progress pembangunan konstruksi Tol Padang – Sicincin telah mencapai 40%,” jelas EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo.

Sebelumnya perusahaan juga sedang mencari jalan keluar alternatif untuk melaksanakan proyek tersebut. Mulai dari lokasi baru, relokasi trase hingga berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan.

“Prosesnya akan mengikuti keputusan yang ditetapkan regulator,” jelasnya.

Binjai – Langsa 1

Masih dalam ruas Tol Trans Sumatera. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sempat mengungkapkan ruas jalan tol ini mengalami kendala dari pembebasan lahan karena biaya investasi yang besar dalam pembangunannya.

Asisten Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Kemenko, Marves Ferry Pasaribu menjelaskan, dua ruas tol itu dibutuhkan percepatan dari segi investasi. Melihat dana yang perlu dikeluarkan untuk proyek ini sangat besar, dan yang negara dalam kondisi terbatas.

“Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ini merupakan proyek strategis nasional yang amat cukup besar dana alokasinya. Merujuk pada situasi keuangan negara, kita harus kerja keras agar semuanya berjalan sesuai target, banyak hal yang harus kita fokuskan ulang,” ujar Ferry.

Selaku BUJT ruas tol ini Hutama Karya menjawab pembangunan jalan tol ini tengah dipercepat, bahkan konstruksinya pun sudah mencapai 32%.

“Dalam rangka mempercepat pembangunan proyek tol Binjai Langsa 1, perusahaan tidak hanya melakukan konstruksi di lahan yang telah bebas sepanjang 15 kilometer, tapi juga mengerjakan konstruksi di lahan yang telah mendapatkan izin dari pemilik lahan, Adapun progress konstruksi telah mencapai 32%,” jelas Tjahjo Purnomo. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya