Cek Suhu pengguna KRL
PENGAWASAN KETAT: Petugas KRL Commuterline Stasiun Depok saat melakukan pemeriksaan kepada penumpang yang hendak masuk ke lingkungan Stasiun. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PT KAI Commuterline mencatat tren penurunan pergerakan masyarakat pada Ramadan kali ini. Hal ini disampikan Humas PT KAI Commuterline, Anne Purba, Senin (03/05).

“Kami mencatat tren penurunan sekitar 7,1 persen. Jadi per hari rata-rata ada 378.031 orang yang menggunakan commuterline,” jelas Anne kepada Radar Depok.

Ia menyampaiakan bahwa untuk saat ini, pihaknya belum dapat mengetahui secara rinci berapa jumlah yang ke setiap kota, termasuk Depok. “Jumlah tersebut kalau dibanding volume pengguna commuterline sebelum Ramadan mencapai 407.298 orang,” beber Anne.

Di lokasi berbeda, KRL Mania, Rohman menegaskan, selama pandemi ia lebih memilih pakai kendaraan pribadi. Sebab menurutnya kondisi di kereta sudah sesak, terlebih saat ini diterapkan wajib memakai masker. “Mikirnya sih, sebelum pandemi aja kondisi kereta di jam sibuk sudah sesak, apalagi kalau kondisi memakai masker. Dan sampai sekarang kan kalau jam sibuk KRL masih terlihat padat,” tegasnya kepada Radar Depok.

Ia menyarankan, untuk lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi, hal ini melihat kondisi yang tejadi sekarang. “Jadi kemungkinan saja menurun, karena ada yang beralih ke kendaraan pribadi. Lalu ada sebagian masyarakat yang buka usaha karena kehilangan di PHK,” tandasnya.

Sementara, salah satu penumpang Commuterline Jabodetabek, Rolando Herdiansyah menerangkan bahwa penurunan pengguna jasa trasportasi kereta tidak terasa, sebab setiap hari selalu berdesakan.

“Iya pulang pergi pasti ramai. Tidak pengaruh sedang covid-19. jadi saya rasa tidak ada penurunan selama ramadhan,” ungkapnya.

Hal ini menurutnya tidak ada pilihan, kereta menjadi moda transportasi utama untuk para pekerja. Sebab dengan waktu yang cepat dapat di tempuh dan waktu singkat. Namun, dirinya mengapresiasi pihak commuterline yang memberikan izin setiap penumpang melakukan buka di kabin kereta. “Tapi tetap jangan buang sampah semabrangan. Kita sama sama saling menghargai sama petugas,”tandas Herdian panggilannya. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR