cek jadwal vaksin korona
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM  – Ribuan perusahaan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Depok, masih banyak pikir-pikir dengan hadirnya vaksin Gotong Royong. Nyatanya hingga Kamis (20/5), baru 30 perusahaan yang mendaftar. Keladinya, selain harganya yang kemahalan,  saat ini Kota Depok juga masih mendata dan membahas mekanisme alur penerimaan vaksin tersebut.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, Miftah Sunandar menyebutkan, dari kurang lebih 1.000 perusahaan dan UMKM hingga perusahaan besar, baru 30 yang mendaftar vaksin gotong royong. “Rata-rata satu perusahan sekitar 400 sampai 500 pegawai yang didaftarkan untuk vaksinasi,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (20/5).

Terkait pendataan ada yang mendaftar ke Kadin wilayah, ada pula yang langsung mendaftar ke Kadin pusat. Dan hingga saat ini, di Depok masih akan terus melakukan pendataan. “Targetnya hingga akhir bulan ini, kami juga berharap bulan depan vaksin sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, hingga kini belum ada koordinasi terkait pembahasan vaksin gotong royong ini. “Ini baru sekedar dibahas dengan dinas-dinas terkait, sehingga belum ada keputusan dan masih akan menunggu pembahasan selanjutnya,” terangnya.

Menurutnya, di Kota Depok sendiri masih ada beberapa kendala terkait vaksin ini, terutama permasalahan biaya yang ditanggung oleh masing-masing perusahaan. “Mungkin masih banyak perusahaan yang keberatan, karena untuk biaya tidak boleh di limpahkan ke karyawan dan harus di tanggung perusahaan,” jelasnya.

Untuk fasilitas kesehatan yang disediakan, Pemerintah Kota Depok  belum bisa memastikan karena masih menunggu data jumlah sasaran dari pusat. “Kami harus lihat kebutuhannya berapa, dari situ baru bisa dipastikan berapa fasilitas kesehatan yang dibutuhkan nantinya,” ujar dia.

Terpisah, Ketua Asosiasi Industri Kreatif Depok (AIKD), Markiyat menyebut, belum mengetahui adanya vaksin gotong royong yang diperuntungan untuk UMKM dan perusahaan besar. “Secara organisasi tentu kami sangat menyambut baik dan mendukung dengan program ini,” katanya.

Tetapi, mengetahui harga yang dikenakan untuk vaksin ini, dia mengatakan keberatan apalagi bagi para pelaku usaha kecil di Kota Depok.

“Saat kondisi seperti ini, dengan biaya segitu saya rasa susah bagi para pelaku UMKM. Tetapi jika digratiskan atau biayanya disesuaikan untuk pelaku usaha kecil tentu kami bersedia,” tandasnya.

Perlu diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah mengaturnya lewat Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021. Beleid ini terbit 11 Mei 2021. Harga vaksin per dosis sebesar Rp321.660 per dosis. Sementara harga pelayanan vaksinasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta sebesar Rp117.910 per dosis.

Sehingga total biaya per dosis vaksin mencapai Rp439.570. Karena satu orang bisa dapat dua dosis atau dua kali penyuntikan seperti Sinopharm, maka total biaya maksimal untuk satu pegawai perusahaan swasta adalah Rp879.140.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar