1620839240420
PANTAU : Walikota Depok, Mohammad Idris ditemani Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, saat meninjau titik masjid yang akan dipakai Salat Idul Fitri, Rabu (12/5) malam. FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Melalui keterangan resminya. Walikota Depok Mohammad Idris memerintahkan dinas terkait mendata penduduk setelah Lebaran, dan melakukan rapid antigen secara berkala. Langkah ini demi memantau pergerakan penduduk dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat dalam mengantisipasi arus balik mudik dan mengendalikan penyebaran Covid-19. Dengan ini diinstruksikan untuk melaksanakan langkah-Iangkah taktis dan terkoordinasi sesuai tugas dan fungsinya,” kata Idris kepada Harian Radar Depok, Minggu (16/5).

Walikota meminta, kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk melakukan pendataan penduduk pada arus balik mudik. Termasuk Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pendataan dan operasi yustisi terhadap penduduk pendatang yang biasanya masuk Kota Depok setelah Liburan IduI Fitri.

Selanjutnya, Idris meminta kepada Dinas Kesehatan dan puskesmas melaksanakan rapid test antigen. Rapid test diberlakukan selama sepekan. “Dinas Kesehatan dan puskesmas melaksanakan rapid test antigen dari 16 Mei hingga 22 Mei, bagi warga yang melaksanakan rapid mudik,” ucapnya.

Seluruh kegiatan test diwajibkan untuk dilaporkan kepadanya secara periodik tiap harinya. “Tim pengawas kecamatan dan kelurahan, camat dan lurah untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan diatas di wilayah kerjanya,”  tegas Walikota Depok.

Menimpali hal ini, Lurah Gandul, Mursalim Saimin mengaku, siap menjalankan instruksi Walikota Depok. Apalagi, di Kecamatan Cinere sudah didirikan posko rapid antigen hari ini (kemarin). Semoga dengan adanya pendataan dan operasi yustisi dapat melacak pesebaran Covid-19. “Saya sudah meminta kepada ketua lingkungan untuk segera mendata warga yang mudik agar bisa dilakukan isolasi mandiri kemudian rapid antigen,” tandasnya.(rd/hmi)

Editor : Fahmi Akbar