seleksi pelatih Depok City FC
PAPARAN MATERI : Seleksi pelatih Depok City yang dilaksanakan di sekretariat Depok City FC, Selasa (8/6). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 15 calon pelatih Depok City FC mulai mengikuti proses seleksi, di Sekretariat Depok City FC, Selasa (8/6). Mereka memaparkan materi yang sudah dibuat.

Nantinya dari jumlah tersebut, akan dipilih 10 orang. Mereka akan menangani Depok City FC U-15 dan U-17. CEO Depok City FC, Supari Syahri mengatakan, seleksi sudah dibuka sebulan lalu.

“Nantinya, dari 15 calon pelatih yang ikut seleksi akan dipilih 10. Baik untuk head, pelatih gawang, pelatih fisik dan asisten,” ucapnya kepada Radar Depok, Selasa (8/6).

Dirinya mengatakan, seleksi ini dilakukan untuk Piala Suratin U-15 dan U-17. Setiap tim membutuhkan lima pelatih, sesuai dengan kriteria.

“Seleksi yang dilakukan hanya pemaparan materi yang sudah dibuat oleh masing-masing calon pelatih. Dan diselesaikan semua satu hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia ingin mendapatkan pelatih yang profesional, handal, dan membawa Depok City FC semakin baik. “Karena tugas mereka salah satunya memilih pemain yang sesuai standar yang diingikan, untuk itu mereka juga harus punya keahlian dibidangnya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Teknik Akademik Depok City FC, Hadi Rahmaddani mengatakan, untuk memngikuiti Piala Suratin tidak sembarangan. Harus mengedepankan kualitas, sehingga seleksi pelatih ini perlu dilakukan dengan baik.

“Persyaratan untuk calon pelatih diantaranya, membuat materi paparan dan dipresentasikan di depan kami, menyusun program perencanaan, target mereka untuk tim Depok City FC, dan memiliki lisensi minimal C,” tuturnya.

Hadi menyebut, tidak ada batasan usia untuk para calon pelatih, yang terpenting mau berkomitmen dengan Depok City FC dan sebenarnya diutamakan adalah putra daerah. “Kalau untuk pelatih pelatih fisik, kami mencari yang memiliki basic akademik sarjana olahraga yang sesuai ketentuan,” ucapnya.

Sementara, Manager Depok City, Angga Dipa Bahari menjelaskan, pihaknya juga menilai bukan hanya akademis, tetapi bisa dilihat pula jam terbang dan cara calon pelatih melihat situasi.

“Kami juga menilai bagaimana cara mereka mengambil keputusan, cara berfikir cepat jika nantinya dihadapkam dengan sebuah masalah,” tandasnya. (rd/tul)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Junior Williandro