warga protes SPBU
BAU BENSIN : Warga RT1/13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan mengeluhkan air sumurnya berbau bahan bakar bensin. IST

RADARDEPOK.COM, RANGKAPANJAYA BARU – Warga RT1/13, Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas mulai terusik dengan hadirnya SPBU samping SDN Parung Bingung. Keladinya, air sumur warga disekitar penampungan bahan bakar berbau bensin. Kuat dugaan air tercemar rembesan bahan bakar minyak (BBM) dari tangki pom bensin.

Rahmat Hidayat salah satu warga mengatakan, kondisi air sumur berbau bensin itu sudah terjadi sejak setahun belakangan. Dan dalam kurun waktu tersebut pihaknya sudah empat kali mendatangi pengelola SPBU, dengan maksud agar pihak SPBU merespon keluhan warga. Guna memastikan apakah bau yang mencemari air sumur warga adalah cairan BBM dari pom bensin atau bukan.

“Sebelumnya kami sudah empat kali mendatangi pengelola pom bensin ini, tapi belum juga direspon dan ini kali kelima kami melakukan protes dan kami mendapat jawaban dari manajer SPBU untuk melakukan cek laboratorium,” papar Rahmat kepada Harian Radar Depok, kemarin (10/6).

Hal senada dilontarkan Taking salah satu warga sekitar SPBU. Sudah lebih dari setahun harus beli air mineral untuk minum karena air dari kran dirumah bau bensin dan tidak layak dikonsumsi. “Kami sudah melaporkan hal ini kepada Ketua RT dan Ketua RW tapi hingga sekarang belum juga ada tanggapan dari pihak pom,” tegas Taking.

Keluhan serupa disampaikan oleh Akbar yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok pagar SPBU. Dia mengaku tidak menuduh, tapi wajar jika menduga bau bensin di air warga berasal dari rembesan bahan bakar minyak (BBM) di pom. Karena jarak antara sumur air dengan pom bensin sangat dekat. “Untuk membuktikannya silahkan pihak terkait untuk melakukan pengecekan terhadap air sumur dirumah warga yang berdekatan dengan tangki pom bensin,” kata Akbar.

Terpisah Ketua RW 13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Endang mengaku telah menyampaikan keluhan warga kepada pengelola SPBU. Namun kata dia pihak pengelola SPBU belum melakukan cek laboratorium lantaran masih dalam kondisi marak covid 19.

“Saya dan pak Ketua RT1 sudah melaporkan keluhan warga, tapi katanya sekarang belum bisa dilakukan cek air yang diduga tercemar bensin atau solar karena suasananya masih rame covid dan belum memungkinkan untuk melakukan pengecekan,” celoteh Endang.

Terpisah Manajer SPBU Parung Bingung, Suharyanto melalui sambungan telepon berjanji akan memenuhi permintaan warga untuk melakukan test laboratorium terhadap sample air sumur warga.

“Dari catatan administrasi kami tidak ada penyusutan BBM Ya, itu artinya kami menganggap tidak ada tangki BBM yang bocor atau rembes, tapi kami siap untuk memenuhi permintaan warga melakukan tes dilaboratorium, besok (hari ini) kami akan mengambil sample air untuk di cek dilaboratorium,” tutup Suharyanto. (rd/tul)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Junior Williandro