RTLH dirasa kurang
PENINJAUAN : Petugas peninjauan RTLH sedang meninjau sebuah rumah pemohon di Kelurahan Serua. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SERUA – Sebanyak 17 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, akan mendapatkan program renovasi dari Pemerintah Kota Depok.

Kasi Ekbang Kelurahan Serua, Rizal mengatakan, pelaksanaan renovasi ini akan dilakukan pada Oktober 2021. 

“17 RTLH ini adalah usulan tahun 2021,” kata Rizal, Kamis (10/06). 

Dia mengungkapkan, anggaran perbaikan RTLH ini bersumber dari APBD Kota Depok, sebesar Rp 24 juta perumah.

“Untuk satu unit biaya renovasinya Rp 24 juta,” bebernya. 

Hanya saja, lanjut Rizal, dia mengaku belum mengetahui rincian anggaran renovasi tersebut, lantaran belum adanya rincian barang dari hasil survey konsultan. 

“Juli – Agustus mungkin bisa ketahuan rinciannya berapa,” akunya. 

Terpisah, Ketua LPM Kelurahan Serua, Dasuki mengaku belum mengetahui perihal pelaksanaan renovasi RTLH tahun 2021.

“Saya belum tahu kalau akan dikerjakannya bulan Oktober 2021, belom dapat informasi,” ucapnya. 

Dia mengungkapkan, selain 17 RTLH yang diajukan di tahun ini, masih ada RTLH yang belum terakomodir, akan tetapi pihaknya akan mengupayakan agar RTLH yang belum terpilih mendapatkan bantuan, bisa segera terakomodir. 

“Masih ada yang belum terakomodir, informasi yang saya dapat ada usulan dua RTLH yang urgen tapi tidak bisa direalisasikan tahun ini, tapi kami upayakan akan diperbaiki secara bertahap,” bebernya. 

Terkait jumlah anggaran RP 24 juta untuk biaya renovasi, Dasuki berujar jika angka tersebut belum ideal. Menurutnya, angka yang ideal untuk memperbaiki RTLH adalah senilai Rp 25 juta. 

“Idealnya itu Rp 25 juta, tapi mau gimana lagi, ikut aturan yang sudah ada saja,” terangnya. 

Dia menambahkan, dalam program ini, LPM berperan untuk melakukan pengawasan agar pekerjaan renovasi sesuai rencana dan spesifikasi yang ditentukan pemerintah.

“Kami akan monitoring terus sampai pekerjaan sesuai usulan dan anggaranya,” tutupnya. (rd/dra) 

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya