adik qotrun nada
DUKA : Salah satu kakak KH. Burhanudin Marzuki, Bahrudin Marzuki saat ditemui awak media, di Kantor Pondok Pesantren Qotrunnada Depok, Selasa (15/06). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wafatnya Pemimpin Pondok Pesantren Qotrunnada Depok tentunya membawa duka mendalam bagi keluarganya dan jamaahnya. KH Burhanudin Marzuki diduga meninggal dunia akibat asma dan serangan jantung pada pukul 20:45 WIB.

Salah satu kakak KH. Burhanudin Marzuki, Bahrudin Marzuki menduga Burhanudin meninggalnya karena sakit asma dan serangan jantung. Karena sempat berhenti untuk berceramah seperti setiap Jumat.

“Dia (KH Burhanudin Marzuki) sudah dua tahun tidak menerima jadwal Khutbah Jumat begitu ada penyakit asma. Sudah jaga diri lah. Dan ada dokter pribadi yang selalu check up kondisinya,” ujarnya kepada Radar Depok, Selasa (15/06).

Bahrudin menambahkan, KH Burhanudin Marzuki meninggal diakibatkan sakit yang dideritanya yaitu asma disertai penyempitan pembuluh darah.

“Beliau (KH Burhanudin Marzuki) sempat dirawat dirumah selama dua malam, karena dinyatakan gejala tipes dan akhirnya sembuh,” bebernya

Adapun, lanjutnya, berdirinya Pondok Pesantren Qotrunnada Depok ini tidak terlepas dari perjuangannya bersama sang adik, KH Burhanudin Marzuki. Dari tanah seluas 1.500 meter, sampai bisa menjadi 2 hektar lebih untuk sarana belajar 2.000 santri.

“KH Burhanudin Marzuki meninggalkan satu orang istri, empat orang anak, seorang menantu, dan seorang cucu. Dua orang anak, satu menantu dan cucu sedang proses belajar di Kairo, Mesir,” tukasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya