Sekolah Tanpa Batas Gandul
BELAJAR: Siswa Sekolah Tanpa Batas sedang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu. FOTO: DOKUMEN PRIBADI FOR RADAR DEPOK

Mengenal Sekolah Tanpa Batas di Gandul (3-Habis)

RADARDEPOK.COM, Perjalanan panjang dilalui Andi dan keluarga dalam membangun Sekolah Tanpa Batas bukanlah tanpa halangan, lika-liku dia hadapi dengan tetap berjuang dan bertahan hingga saat ini.

Laporan : Lutviatul Fauziah

Berbagai permasalahan yang dihadapi, tidak lantas membuat Andi dan keluarga menghentikan aktivitas di sekolah tersebut. Andi menilai, banyak harapan yang digantungkan anak-anak untuk tetap bisa mengenyam pendidikan.

Setelah 14 tahun perjalanan, saat ini Sekolah Tanpa Batas dikenal sebagai sekolah inklusi. Dimana anak-anak berkebutuhan khusus diberi ruang bersosialisasi bersama mereka yang bukan berkebutuhan khusus. Kini ada 55 anak berkebutuhan khusus, dan semua berbaur dengan 100 anak lainnya.

Siswa berkebutuhan khusus yang ada di sekolah tersebut dengan berbagai diagnosa mulai dari Autis, ADHD, Down Syndrome dan lainnya. Melalui Sekolah Tanpa Batas, Andi mengajak seluruh siswa dan orangtua untuk bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Sesuai visi yang dibawa, bahwa pendidikan untuk semua anak, maka sekolah ini merupakan ruang belajar bersama. Para guru yang mengajar pun dulunya merupakan anak-anak yang ikut belajar di sekolah ini sejak awal berdiri.

Di antaranya Siti Khodijah dan Dimas. Dua siswa yang luar biasa, bersama sejak 14 tahun lalu. Menyelesaikan 12 tahun sekolahnya di Tanpa Batas dan bisa melanjutkan pendidikan di sebuah Perguruan Tinggi.

Dirinya bercerita, saat ini Siti sudah berkuliah di salah satu universitas swasta dan mengambil jurusan bimbingan konseling, dan berjanji untuk menjadi guru, serta melanjutkan cita-cita di Tanpa Batas.

“Kami percaya bahwa ilmu merupakan hal terbesar yang bisa diberikan untuk anak-anak ini. Mereka akan membawanya untuk masa depannya. Tidak hanya sekedar ijazah lalu bekerja, tetapi mereka harus bisa menjadi pribadi-pribadi yang bertanggung jawab dan bisa terus bergerak untuk perubahan,” tutur Kepala Sekolah Tanpa Batas, Andi Darmawan.

Tanpa Batas seperti namanya, tidak akan terbatas untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik untuk mereka yang membutuhkan. Saat ini, tempat yang di pakai adalah tempat yang dipinjamkan oleh teman-teman baik hati dari Yayasan Lumbung Yusuf Indonesia. Mereka meminjamkan lahan berikut dengan bangunannya.

Itulah perjalanan  panjang hingga hari ini. Semoga kelak sekolah ini akan semakin maju berkembang dan terus bisa memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anak dari segala jenjang usia. (rd/*)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR