Beranda Metropolis BPN Didemo Pemilik Lahan Pembebasan Tol

BPN Didemo Pemilik Lahan Pembebasan Tol

0
BPN Didemo Pemilik Lahan Pembebasan Tol
MENYUARAKAN : Sejumlah masyarakat yang tergabung FKRUPEAHTOL menduduki Kantor BPN Kota Depok, Kawasan Boulevard GDC, Kamis (10/6). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat untuk Pembebasan Lahan Tol (FKRUPEAHTOL), menduduki Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Kamis (10/6). Massa yang hadir mempertanyakan salah satu ahli waris yang hilang saat pembebasan tol.

Selaku pihak pemegang kuasa, Rita Sari menjelaskan, kliennya atas nama Warih Wirawan sebagai penerima uang ganti rugi pembebasan jalan tol. Kediaman Warih sendiri beralamat di Jalan Swadaya RT6/2 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

“Tanah milik Warih itu awalnya ada dalam pendataan di BPN Depok dengan nomor 509, tapi sekarang nama tersebut tidak ada saat pendataan nama peserta ganti rugi yang di gelar di balairakyat Beji tahun lalu,” ungkap Rita kepada Harian Radar Depok, Kamis (10/6).

Saat proses verifikasi ulang atas lahan yang dilakukan BPN Kota Depok pada 14 Febuari 2019, pihaknya sudah mengingatkan tim verifikasi BPN. Jika tanah Warih Wirawan Hadi bersebelahan langsung dengan tanah milik Harjo Yudotomo. “Mengingat Warih dan Harjo adalah saudara kandung dan membeli tanah secara bersama dan letaknya bersebelahan. Dimana dalam daftar penerima dan peta yang dibuat panitia, tanah Warih di nomor 509 dan tanah Harjo 510,” bebernya.

Pihak Warih menduga ada perubahan yang terjadi saat revisi kedua yang dilakukan pihak BPN usai pengukuran ulang tanggal 14 Febuari 2019 lalu. Sehingga meminta pihak BPN untuk memberikan penjelasan sekaligus menyelesaikan perkara ini. “Kami sayangkan pihak BPN lamban, sudah jelas yang membuat peta kedua telah menghilangkan hak orang,” kata Rita.

Aksi unjuk rasa berjalan dengan lancar dan dikawal ketat oleh pihak keamanan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kota Depok. Protokol kesehatan juga tetap dijaga dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 12:00 WIB. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar