PEmain Futsal Depok
KEREN: Salah satu pemuda Depok berprestasi dalam bidang futsal, Fachri Deriantama. FOTO: IST
yamaha-nmax

Mengenal Atlet Futsal Depok, Fachri Deriantama (1) 

RADARDEPOK.COM, Memiliki cita-cita menjadi seorang pemain sepakbola nyatanya harus beralih menjadi pemain futsal. Tidak banyak perbedaan di antara kedua jenis olahraga tersebut, bahkan cita-cita itu merupakan suatu kebanggaan bagi laki-laki yang berusia 24 tahun ini.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Di tengah keramaian suatu cofeeshop di Jalan Margonda, seorang laki-laki asal Cimanggis Kota Depok, Fachri Deriantama menceritakan perjalanan karirnya menjadi seorang pemaian futsal.

Sejak kecil, Fachri memang memiliki cita-cita menjadi pemain sepakbola. Hal tersebut bermula dari hobi sewaktu masa anak-anak, yang sering bermain sepakbola bersama teman. Seiring berjalannya waktu, tidak ada sekolah khusus yang diikutinya dalam ‘mengolah’ si kulit bundar. Namun, dia sering kali melatih kemampuannya dengan bermain sepakbola bersama teman sebayanya.

Baca Juga  Cijago Seksi II Uji Coba Gratis

Sejak lulus dari SMA Negeri 99 Jakarta pada tahun 2014, Fachri kembali melanjutkan pendidikannya ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Pendidikan Ekonomi. Tentu tidak mudah membagi waktu antara kuliah dengan berlatih saat menjadi pemain di dalam tim futsal Pingdus Surabaya. Yang mengharuskan dirinya bolak balik Bandung-Depok. Karena merasa tidak sanggup jika menjalani keduanya dalam waktu bersamaan, Fachri akhirnya menghentikan karirnya, tepat pada tahun 2017.

Saat Fachri memutuskan berhenti dalam futsal dan memilih fokus melanjutkan pendidikannya, yaitu kuliah. Satu tahun lamanya, dia menyelesaikan skripsi tanpa hambatan apa pun, karena targetnya pada 2018 harus lulus kuliah.

Dengan kepintarannya memprioritaskan kuliah pada nomor pertama dalam hidup, akhirnya Fachri lulus kuliah tahun 2018. Setelah lulus, tidak perlu menunggu waktu lama, ia langsung mengikuti seleksi Vamos Mataram Futsal Club (FC).

Baca Juga  Pendistribusian Rastra Kacau

Fachri menetap menjadi pemain Vamos Mataram FC selama dua tahun lamanya. Hal tersebut membuatnya semakin yakin dengan karirnya, akan berlanjut terus menjadi pemain futsal. Bahkan dia menetap di Lombok selama dua tahun.

“Walaupun awalnya bercita-cita menjadi pemain sepakbola. Kemudian masuk ke dalam jurusan pendidikan ekonomi. Namun, jika memang rezekinya ada di pemain futsal, saya mensyukuri itu. Bahkan menjalankannya dengan senang,” tandasnya. (bersambung)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR