DPUPR Pelatihan Pekerja Konstruksi
LAUNCHING: Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dadan Rustandi saat menghadiri kegiatan pelatihan tenaga terampil konstruksi, di Hotel Bumi Wiyata Kota Depok, Rabu (9/6). FOTO: PUTRI DISA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Tenaga Terampil Konstruksi atau Sertifikasi Tenaga Terampil Satuan Tugas (Satgas) PU Kota Depok Tahun 2021, di Hotel Bumi Wiyata pada Selasa (8/6) dan Rabu (9/6). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari Satgas Dinas PUPR Kota Depok.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, maka Tenaga Kerja Konstruksi  dalam hal ini, Operator, Teknisi/ Analis, Ahli, wajib memiliki sertifikat kompetensi dan Pengguna serta Penyedia Jasa Konstruksi wajib mempekerjakan tenaga kerja yang bersertifikat kompetensi kerja,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Depok, Ahmad Kafrawi, saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut.

Selain itu menurutnya, kegiatan tersebut dinilai sangat penting, karena sebagai pembekalan pemahaman dan keterampilan. Serta agar terjaminnya pelayanan penyelenggara usaha jasa konstruksi yang bermutu, melalui upaya pelatihan yang berkesinambungan bagi tenaga kerja konstruksi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi menyebutkan, esensinya kegiatan pelatihan tenaga terampil konstruksi tahun 2021 ini bertujuan untuk mewujudkan pengawasan tertib usaha, tertib penyelenggaraan, dan tertib pemanfaatan jasa konstruksi Dinas PUPR Kota Depok.

“Kami harapkan sesuai visi dan misi Dinas PUPR Kota Depok, yaitu pemantapan infrastruktur dalam rangka peningkatan daya saing daerah menuju Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius. Semua pelaku usaha jasa konstruksi di wilayah kerja Pemerintah Kota Depok dapat turut mendukung kegiatan penyelenggaraan pelatihan tenaga terampil konstruksi seperti ini,” tutur Dadan.

Selain itu lanjut Dadan, kegiatan ini merupakan instruksi Presiden. Dimana Pemkot Depok dan Provinsi wajib memperbanyak sertifikasi bagi pekerja kontruksi. “Hal tersebut bertujuan agar bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ujar Dadan.

Kegiatan ini merupakan kali pertama dilaksanakan, setelah empat tahun Seksi Jasa Konstruksi (Jakon) terbentuk. Dirinya berharap, pelatihan tersebut bisa dilaksanakan secara rutin. “Kegiatan ini berjalan selama dua hari. Untuk peserta, hari ini dari Satgas dan UPTD. Sedangkan Rabu (9/6) dari pengawal internal dinas dan perusahaan konstruksi,” terangnya.

Terdapat beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan. Yaitu unit kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) jabatan kerja pelaksana saluran irigasi, sertifikasi dan registrasi tenaga kerja konstruksi pada masa transisi.

“Setelah pre test dan post test, peserta akan melangsungkan verifikasi dan validasi awal oleh Asosiasi Profesi, sedangkan Uji sertifikasi dilakukan langsung oleh LPJK melalui Kementerian PUPR,” jelas Dadan.

Senada, Direktur Utama PT Denicont Anugerah Pratama yang bertindak sebagai  pihak penyelenggara kegiatan, Nana Mulyana mengungkapkan, pelatihan yang diisi para narasumber yang kompeten pada bidangnya ini, bisa memberikan pencerahan mengenai permasalahan konstruksi melalui pemberian materi pelatihan bidang rekayasa sumber daya air.

“Permohonan Serifikat Kompetensi Kerja (SKK) konstruksi diverifikasi dan divalidasi oleh Asosiasi Profesi Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (HATSINDO) Jawa Barat, yang merupakan salah satu asosiasi terkareditasi PUPR yang bekerja sama dengan pihak penyelenggara di akhir kegiatan ini” ujar Nana.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Diklat PT Denicont Anugerah Pratama, Agung Setiawan menyebutkan, peserta pelatihan akan mendapat dua sertifikat. “Yaitu sertifikat pelatihan atau bimbingan teknis dari asosiasi profesi terakreditasi dan sertifikat kompetensi terampil (SKTK), yang dikelurkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Apabila peserta dinyatakan kompeten setelah melalui proses penilaian klasifikasi dan kualifikasi oleh tim penyelenggara sertifikasi pada masa transisi,” terang Agung.

Pada kegiatan tersebut hadir pula Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono. Ia sangat mengapresiasi atas digelarnya pelatihan tenaga terampil konstruksi yang digelar Dinas PUPR Kota Depok. Menurutnya hal itu sangat luar biasa, karena pemerintah memfasilitasi sertifikasi.

“Alhamdulillah sekarang telah difasilitasi oleh DPUPR, semoga kegiatan pelatihan ini bisa diikuti dengan baik,” ucap Imam kepada Radar Depok, Rabu (9/6).

Ada beberapa point yang Imam tekankan pada kali ini, yaitu salah satunya kepada para jasa kontruksi, terkait profesionalisme kerja yang harus terus ditingkatkan. Sehingga kertas sertifikat yang dimiliki ini tidaklah sekedar kertas, namun terdapat juga keahlian bidangnya.

“Landasan kegiatan pelatihan ini jelas, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” kata Imam, yang berkesempatan membuka secara resmi acara tersebut sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Selain itu lanjut Imam, untuk meningkatkan daya saing bukan saja nasional akan tetapi pada tingkat internasional, tenaga kerja konstruksi harus meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Dan pembuktian secara adminstrasi dari kompetensinya ini melalui sertifikasi kompetensi.

Salah seorang narasumber, Yanyan Agustian yang merupakan dosen aktif pada Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, akademisi sekaligus praktisi pada bidang teknik Sipil, menuturkan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan media untuk edukasi dan transfer knowledge tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK).

“ Perlu diketahui, kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pengecekan suhu badan, menggunakan masker, hingga jaga jarak”. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR