disnsos
SEMANGAT: Dinsos Kota Depok memberikan pelatihan tata boga dan tata busana kepada PPKS kepada warga di lokasi P2WKSS, Bojongsari. IST

RADARDEPOK.COM – Lagi-lagi, lokasi Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Dan Sejahtera (P2WKSS), RW1-2 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, dapat perhatian khusus. Kali ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok memberikan pelatihan tata boga kepada 25 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) kelompok Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan lansia.

Kepala Dinas Sosial Usman Haliyana mengatakan, pelatihan kepada warga di Kelurahan Bojongsari dilakukan, agar bisa semakin sejatera. Sehingga semakin mandiri dan dapat meningkatkan taraf hidupnya. “Mereka Ini adalah warga tinggal di wilayah Program terpadu P2WKSS. Seluruh dinas saling berkolaborasi untuk memberikan upaya dalam meningkatkan derajat hidup warganya,” singkatnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (10/6).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Nita Ita Hernita mengatakan, gunanya pelatihan bagi para WRSE adalah agar bisa berdaya dan berusaha dengan keterampilan yang dimiliki. Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan tata boga. “Pelatihan ini merupakan upaya pemerintah dalam bentuk pemberdayaan WRSE, agar mereka bisa berdaya dan berusaha dengan keterampilan yang dimiliki,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pelatihan tata boga yang diberikan adalah terkait membuat jajanan pasar kekinian. Hal tersebut agar bisa digunakan untuk berjualan pangan, karena pangan tersebut mudah dibuat dan bahan-bahannya mudah didapat. “Pelatihan tata boga kali ini fokus pada pembuatan jajanan pasar yang sangat praktis dan mudah dibuat ada pisang aroma, tahu goreng, minuman kekinian dan sebagainya,” tambahnya.

Kemudian, terdapat puluhan lanjut usia (lansia) juga diberikan pelatihan tata busana. Pelatihan tata busana di sini adalah pelatihan menjahit, yang dilakukan dari membuat pola, menjahit, sampai menjadi pakaian. “Para peserta PPKS kelompok lansia kami berikan pelatihan tata boga. Kami membawa instruktur yang memang ahli dalam membuat kerajinan,” jelasnya.

Pelatihan yang diberikan merupakan bentuk pemberdayaan Lansia, agar para peserta memiliki kegiatan yang bermanfaat. Dan dikemudian hari agar bisa berkompetensi dalam mengatasi masalah hidup untuk berusaha dengan keterampilan yang dimiliki.

“Kami berharap pelatihan yang telah diberikan, bisa diambil ilmunya dan digunakan dengan baik,” bebernya.

Terpisah, salah satu peserta pelatihan Lilis mengatakan, pelatihan menjahit sangat berguna bagi hidupnya. Pelatihan menjahit ini dapat mengasah kemampuan untuk membuka usaha.

“Alhamdulillah saya senang sekali mendapat pelatihan menjahit sebab saya sangat senang menjahit. Banyak ilmu yang saya dapat dari pelatihan ini,”ujarnya Kamis (10/6).

Dia menambahkan, besar harapannya setelah pelatihan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat memberikan stimulus lainnya, seprti bantuan permodalan. Maupun, mendorong pihak kelurahan untuk menindak lanjuti latihan yang telah dilakukan hari ini.

“Keterampilannya kami sudah dapat cuma memang ada kendala misalnya pada mesin jahit, ke depannya mungkin kami bisa diberikan bantuan permodalan, agar bisa membuka usaha secara mandiri,” pungkasnya.(dis/rd)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar