Kadiskominfo Smart City
MEMBERIKAN PENJELASAN: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono. Diskominfo telah merumuskan enam program unggulan pada Smart City. FOTO: PUTRI DISA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Komunikasi dan Informtika (Diskominfo) Kota Depok telah merumuskan enam program unggulan pada Smart City, guna membangun Kota Depok semakin lebih baik lagi.

Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan, sebenarnya terkait Smart City konsepnya mengikuti master plan yang sudah ada.

“Kemudian sebenarnya masing-masing Perangkat Daerah (PD) juga telah punya rencana sendiri,” tutur Sidik kepada Radar Depok, Jumat (18/6).

Sidik melanjutkan, beberapa hari yang lalu pihaknya telah mengevaluasi melalui tinjauan lapangan secara webinar. Terdapat enam quick win yang diambil dari masing-masing dimensi. Antara lain, smart governance dengan nama progfam easy tax, smart living dengan program picodep atau pusat informasi Covid-19, smart enviroment dengan program zero waste.

“Kemudian branding dengan program city tour. smart society dengan program sekolah ayah bunda, dan smart ecomomi dengan program D’Comart,” bebernya.

Dia menjelaskan, terkait smart governance easy tax, memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya, Wajib Pajak (WP) yang terdaftar akan mendapatkan reduksi berupa potongan pajak yang tadinya 10 persen menjadi tujuh persen.

Selanjutnya, dimensi smart living dengan program picodep atau pusat informasi Covid-19 Depok, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mampu melakukan pendataan secara efektif terhadap Covid-19 di Kota Depok.

“Kemudian smart enviroment dengan program zero waste, mengunggulkan program jemput sampah organik serta penyetoran minyak jelantah. Ada pula, dimensi smart economi dengan program D’Comart yang merangkul dan mengoptimalkan koperasi.

“Hal itu bisa menggairahkan ekonomi, apalagi di masa pandemi Covid-19. Bisa untuk memulihkan ekonomi. Kemudian, smart society dengan program sekolah ayah bunda yang baru ada di Kota Depok,” tambahnya.

Pada dimensi smart branding dengan program city tour, diinisiasi oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata), diharapkan mampu meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam melakukan penggalian potensi yang ada di Kota Depok.

“Branding ini diharapkan mampu meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam melakukan penggalian potensi yang ada di Kota Depok,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, Kota Depok masuk ke dalam 100 Smart City di Indonesia yang akan dinilai. Maka dari itu, Kepala Perangkat Daerah (PD) didorong untuk menentukan kebijakan yang menghadirkan manfaat.

“Manfaat dari Smart City diharapkan tidak hanya baik untuk Pemkot saja namun bagi masyarakat juga,” tutur Imam.

Melalui manajemen inivasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, maka peraturan Smart City yang gelah disusun agar bida dijalankan. Dengan begitu, bisa diketahui peraturan tersebut sesuai dengan manajemen inovasi yang telah ditetapkan.

“Inovasi dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya secara efisien dan inovasi diikuti oleh evaluasi. Lalu, juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan permasalahan yang ada di kota yang  dicintai ini,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR