Kuliah Umum Vokasi UI Imam Budi Hartono
KULIAH UMUM: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar kuliah umum dengan tema ‘Kepemimpinan dan Peluang Usaha di Era Otonomi Daerah’ dengan narasumber Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono. FOTO: UI FOR RADAR DEPOK

Program Pendidikan Vokasi UI Menggelar Kuliah Umum

RADARDEPOK.COM, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar kuliah umum dengan tema Kepemimpinan dan Peluang Usaha di Era Otonomi Daerah, dengan narasumber Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono. Imam memaparkan berbagai karakter pemimpin yang dapat dibangun para generasi muda, serta bagaimana otonomi daerah memengaruhi dunia usaha di sebuah kota. Kuliah umum tersebut digelar secara daring pada Sabtu (5/6).

Ketua Program Studi Administrasi Perkantoran, Program Pendidikan Vokasi UI, Istiadi mengatakan bahwa kepemimpinan dan kewirausahaan adalah salah satu aspek yang ditekankan di Vokasi UI.

“Kami memiliki mata kuliah khusus yang mengasah kepemimpinan serta kewirausahaan, sehingga diharapkan lulusan vokasi tidak hanya mampu mendapat pekerjaan yang baik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberi kontribusi bagi kota/kabupaten di mana mereka berada,” ujar Istiadi.

Lebih lanjut, Istiadi mengatakan bahwa kehadiran Imam Budi Hartono diharapkan mampu memotivasi para mahasiswa untuk berperan aktif di lingkungannya. Pada saat pemaparan, Imam menyatakan bahwa Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 memuat pengertian tentang otonomi daerah, yakni penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonomi.

“Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengurus dan mengatur, namun tetap dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk menjalankan pemerintahan otonomi daerah yang baik, perlu berpegang pada nilai dasar desentralisasi, yaitu kebebasan, partisipasi, serta efektivitas dan efisiensi,” kata Imam.

Dalam upaya menciptakan pemerintahan daerah yang baik, terdapat empat karakter kepemimpinan yang perlu dimiliki dalam era otonomi daerah, yaitu Cerdas, Terbuka, Amanah dan Jujur.

“Kecerdasan akan membuat pemimpin mampu menyusun visi misi yang jelas, sehingga dapat dituangkan ke dalam bentuk regulasi yang baik, Transparansi akan menjunjung tinggi Keterbukaan Informasi Publik, Amanah dengan menjalankan seluruh program kerja dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, dan terakhir adalah Jujur, bekerja untuk kepentingan masyarakat dan mengesampingkan kepentingan diri serta golongan,” ujar Imam.

Kemudian, Imam menjelaskan bahwa sejak adanya Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, memberi kesempatan kepada setiap WNI menjadi seorang pemimpin, dimulai sebagai seorang pemimpin di tingkat kampus maupun di tingkat sebuah kota atau kabupaten, provinsi, bahkan menjadi seorang pemimpin di Indonesia yaitu sebagai seorang presiden.

Selain itu, Imam mendorong mahasiswa agar mengenal dan mengetahui peluang-peluang usaha di era otonomi daerah. “Mahasiswa sebagai calon pemimpin diharapkan dapat peka melihat masalah kota/kabupaten dan menangkapnya sebagai peluang usaha. Kota Depok misalnya, dengan penduduk 2 juta lebih, memiliki potensi besar untuk peluang usaha di masa yang akan datang. Terlebih di masa otonomi daerah yang bersifat desentralisasi sehingga kota/kabupaten dapat berinovasi sesuai potensi daerahnya masing-masing,” ujar Imam. (rd/gun/**)

 

Jurnalis/Editor: M. Agung HR