DPAPMK
CERIA : Ketua TP-PKK Kota Depok, Elly Farida saat menghadiri kegiatan Baksos TMKK dalam rangka Harganas ke-28, di Bidan Nurmadinah Kecamatan Cilodong, Kamis (24/6). PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan (TMKK) serentak, di 11 kecamatan, Kamis (24/6).

Kegiatan ini dirangkai dengan pelayanan KB sejuta akseptor dalam rangka Hari Ketahanan Keluarga (Harganas) ke-28.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang strategis. Sebab, pada 2045 mendatang Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi.

“Dengan adanya bonus demografi, maka kami harus mempersiapkan anak-anak kita lahir dengan penuh perencanaan. Kalau misalnya, sudah punya satu anak, berarti nanti direncanakan setelah beberapa tahun kemudian, sehingga nanti tidak terjadi rentang waktunya terlalu dekat,” tuturnya kepada Radar Depok, Kamis (24/6).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kegiatan ini juga dapat menjaga kesehatan organ reproduksi akseptor KB. Lalu, kesehatan organ reproduksi harus selalu dijaga selama kehamilan.

Dia mengaku, target dari pelayanan kali ini adalah untuk 100 akseptor per kecamatan untuk mwtode IUD dan implan. Sementara untuk pelayanan KB sejuta akseptor dilakukan pula pelayanan KB Pil, suntik, dan kondom.

Kami berharap dengan kegiatan ini, ketahanan keluarga di Kota Depok dapat diperkuat melalui perencanaan yang matang saat kelahiran,” jelasnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida menyabut baik adanya kegiatan Baksos TMKK.

Kegiatan ini harus dilakukan agar bonus demografi yang ada di Kota Depok bisa diatur dengan perencanaan lewan KB,” tuturnya kepada Radar Depok.

Ada ragam KB yang dilakukan, antara lain IUD, pil, dan juga implan. Semua itu berjalan seiring dengan para akseptor yang antusias dan semangat. “Mereka antusias, bahkan saat ditanya mereka paham motivasinya apa. Karena memang keluarga bahagia harus direncanakan dengan baik, salah satunya adalah harus mengikuti KB,” ucapnya.

Perlu diketahui, protokol kesehatan pelayanan KB selama pandemi Covid-19 dilakukan secara ketat. Seperti tempat pelayanan sesuai standar pelayanan fasilitas kesehatan (faskes), ventilasi ruangan memadai, pengerjaan seefektif mungkin, pengecekan suhu.

Selain itu, petugas harus fit, penggunaan APD level 2, peserta aseptor wajib memakai masker, tidak ada acara makan minum, keselamatan pasien yang utama, dan peserta hadir sesuai jadwal yang sudah diatur agar tidak menimbulkan kerumunan. (rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Junior Williandro