evaluasi program nacipera di duren seribu
EVALUASI : Lurah Duren Seribu, Suhendar dan jajaran foto bersama dengan UPTD Penyuluh Pertanian DKP3 usai evaluasi Nacipera Falimruta (Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga) di RW2 dan RW11. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DUREN SERIBU – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Penyuluh Pertanian (PP) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok melakukan evaluasi Nacipera program Falimruta (Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga), di lingkungan RW2 dan RW11 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

Evaluasi ini dilakukan untuk melihat secara langsung hasil yang diperoleh masyarakat setempat dalam melakukan penanaman di pekarangan, kemudian memanfaatkan limbah rumah tangga.

Kami sudah melakukan sosialisasi kegiatan Nacipera Falimruta di dua RW di Kelurahan Duren Seribu, yaitu RW2 dan RW11,” kata H. Darni selaku Kepala UPTD PP didampingi rekannya Deden Setiawan yang juga penyuluh pertanian di Kelurahan Duser, belum lama ini.

Dia mengatakan, tindak lanjut dari sosialisasi ini kemudian dievaluasi untuk mengetahui hasil yang diperoleh. Dari evaluasi tersebut masyarakat di dua RW tersebut memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam, namun ada juga warga yang keterbatasan lahan sehingga melakukan pertanian dengan media tanam.

Dengan evaluasi ini masyarakat telah memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami sesuai dengan program Nacipera Falimruta,” bebernya.

Di tempat yang sama, Lurah Duren Seribu, Suhendar mengungkapkan, program Menanam Cinta di Pekarangan dengan Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga atau Nacipera Falimruta merupakan program yang bisa mendorong dalam rangka ketahanan pangan.

Kenapa demikian, karena melalui program ini masyarakat yang gemar menanam akan memanfaatkan hasilnya, sehingga memperkokoh ketahanan pangan,” terangnya.

Kata dia, di wilayah Kelurahan Duren Seribu masing-masing RW memiliki ikon tersendiri sebagai kampung tematik, sehingga memiliki nilai jual bagi kampung tersebut. “Kami memiliki kampung tematik yang akan menjadi pusat destinasi wisata lokal disini,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro