bobol kafein
OLAH TKP : Tim Inafis Polres Metro Depok saat melakukan olah TKP di lokasi pembobolan kafe Transitory Coffe, Jalan Tole Iskanda, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Garong sekarang sudah mulai pintar dalam melancarkan aksinya. Pepatah, Sedia Payung Sebelum Hujan, pun diterapkan dua garong saat menguras banda di Transitory Cafe, Rabu (9/6).  Caranya, satu garong membawa karung untuk membawa alat-alat barista di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Cilodong. Akibat peristiwa tersebut, pemilik kafe mengalami kerugian sampai Rp50 juta.

Salah satu karyawan Transitory Cafe, Odih menerangkan, aksi pelaku berhasil terekam kamera pengintai, yang dimiliki toko. Dari dua orang yang beraksi, satu diantaranya yang melakukan eksekusi dan satu lagi mengintai dari motor. “Pelaku terekam cctv sekitar pukul 05:30 WIB. Satu orang yang beraksi bawa karung dan satu lagi tunggu di motor,” terangnya saat dikonfirmasi Harian Radar Depok, Rabu (9/6).

Kejadian ini diketahui, saat kafe tersebut akan beroperasi sekitar pukul 10:00 WIB. Ketika hendak membuka rolling door, kondisi sudah rusak tercongkel. Berdasarkan, rekaman cctv pelaku membawa senjata tajam sejenis pisau. “Barang yang di bawa itu satu mesin espreso dan satu mesin gerinder. Sama satu alat kasir, total kerugian sekitar Rp50 juta,” terang Odih.

Sebelum melancarkan aksinya, pelaku terlebih dahulu memastikan seluruh ruangan telah sepi dari aktivitas. Sehingga, leluasa untuk melancarkan aksinya. Usai berhasil menggasak barang berharga, pelaku segera meninggalkan lokasi. “Kami langsung lapor ke pihak kepolisian, sudah dilakukan olah TKP. Semoga pelaku segera tertangkap,” harapnya.

Wajah pelaku yang berhasil terekam CCTV, telah disebarluaskan pihak kafe ke berbagai jaringannya. Namun tidak ada yang mengenali pelaku, diduga pelaku bukan berasal dari warga sekitar. Meski saat itu pelaku menggunakan tapi wajahnya masih dapat terlihat jelas. “Sudah kami sebar foto wajah pelaku yang terekam cctv, tapi rekan kami juga tidak mengenali. Saya rasa bukan warga sekitar sini,” tandas Odih. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar