ety suryahati
SOSIALISASIKAN : Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati saat memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Sungai Ciliwung, Sabtu (5/6). IST

RADARDEPOK.COM – Di peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Sabtu (5/6). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melepasliarkan tiga ekor berang-berang di Sungai Ciliwung, Depok.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ammy Nurwati mengatakan, sungai Ciliwung dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena sungai tersebut merupakan habitat yang cocok bagi berang-berang yang memang menyukai kawasan basah.

“Kami sebelumnya sudah melakukan survey. Dan lokasi ini (Sungai Ciliwung) sangat cocok,” tuturnya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Menurutnya, Sungai Ciliwung yang melintasi Kota Depok memberikan daya dukung yang cukup memadai guna keberlangsungan hidup berang-berang. Bahkan, terkait ketersediaan pangan pun masih berlimbah, yaitu ikan.

Dia menambahkan, ketiga berang-berang tersebut adalah memiliki jenis kelamin jantan. Dan sebelumnya sudah menjalani proses rehabilitasi. “Berang-berang ini adalah hasil penyerahan masyarakat secara sukarela ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) DKI Jakarta, sebelumnha berang-berang ini sudah menjalani proses rehabilitasi sekitar satu tahun terakhir,” jelasnya.

Sementara Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati menyebut, sangat mendukung langkah KLHK yang memilih Kota Depok sebagai lokasi pelepasan berang-berang. Hal tersebut membuktikan bahwa Sungai Ciliwung masih memiliki keasrian yang terjaga.

“Sebelumnya kementerian sudah melakukan survei dan hasilnya masih banyak berang-berang lokal gang hidup di sekitar Ciliwung,” bebernya.

Selain itu, Ety mengajak masyarakat melakukan restorasi ekosistem. Hal tersebut diartikan sebagai upaya pemulihan ekosistem yang telah terdegradasi.

“Setiap masyarakat harus memiliki kemauan untuk menjadikan lingkungan agar lebih baik, serta bagaimana melakukan pemulihan lingkungan yang telah terdegradasi oleh kegiatan masyarakat ataupun pelaku usaha,” jelasnya.

Ety menuturkan, ekosistem yang baik akan menjaga keanekaragaman hayati yang lebih kaya, manfaat yang lebih besar bagi bumi dan masyarakat. Dikatakannya, memulihkan ekosistem berarti melindungi dan meningkatkan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Sesuai dengan tema tahun ini yaitu restorasi ekosistem, Pemerintah Kota (Pemkot) bersama stakeholder terkait terus berupaya memperbaiki kondisi lingkungan Kota Depok. Kami terus melakukan kampanye lingkungan hidup ke masyarakat lewat berbagai kegiatan,” terangnya.

Ety menyebut, keanekaragaman hayati merupakan pondasi pendukung semua kehidupan di daratan, laut, dan udara. Selain itu, juga mempengaruhi aspek kehidupan manusia. Mulai dari kesehatan, udara dan air yang bersih, makanan, obat-obatan, serta mitigasi perubahan iklim.

“Mengubah atau menghilangkan salah satu komponen tersebut, menyebabkan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Adanya pandemi Covid-19 menjadi proses pembelajaran untuk kita semua agar senantiasa menjaga alam atau lingkungan serta air, udara dan tanah,” tutupnya.(dis/rd)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar