Ketua Umum DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono
Wakil Walikota Depok yang juga Ketum DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono. FOTO : RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Keputusan pemerintah pusat membatalkan keberangkatan jamaah Haji pada tahun 2021 atau 1442 Hijriah mendapat respon dari berbagai pihak, ada yang pro. Namun, tidak sedikit yang kontra. Hal tersebut dikomentari Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono.

“Memang saat ini masih pandemi, dan tentunya baik pemerintah Indonesia dan otoritas Kerajaan Arab Saudi memiliki alasan saat pengambilan keputusan kaitan penyelenggaraan haji tahun ini, dan pastinya demi kebaikan bersama,” tutur Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Senin (7/6).

Kendati demikian, Imam Budi Hartono yang juga Ketua Umum DPD PKS Kota Depok ini pun meminta agar pemerintah pusat dapat melakukan langkah diplomatis terkait penyelenggaraan haji tahun 2021 agar tetap dibuka. Sebab, antrean keberangkatan calon jemaah haji di Indonesia yang terlama mencapai 44 tahun, yakni di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Artinya, jika calon jemaah mendaftar pada tahun 2021 ini, dia baru bisa berangkat haji pada tahun 2065. Jika ditunda lagi, bisa lebih lama mereka berangkat,” papar Imam Budi Hartono.

Imam Budi Hartono yang juga Mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini pun makfum, lamanya antrean jemaah haji tersebut disebabkan keterbatasan kuota yang tak sebanding dengan antusiasme masyarakat di suatu daerah untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

“Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota jamaah haji untuk Indonesia sebanyak 231.000 orang. Jumlah tersebut nantinya akan dibagi-bagi per wilayah di Indonesia. Jadi, daerah yang animo masyarakatnya tinggi untuk ke Tanah Suci, bisa lebih lama keberangkatannya,” tutur Imam Budi Hartono.

Namun, suami Etty Maryati Salim ini meyakini bahwa Indonesia masih punya kesempatan untuk memberangkatkan sejumlah jemaah Haji ke Mekkah. Sebab, kedua negara ini bersahabat dan memiliki histori yang harmonis.

Imam Budi Hartono menilai, pemerintah pusat bisa menjamin penerapan protokol kesehatan yang ketat dan termasuk vaksinasi serta tes Covid-19 bagi jamaah Haji Indonesia bisa dilakukan secara baik, sehingga pemerintah Saudi bisa menerima Indonesia pada musim Haji tahun ini.

“Jika tidak full seperti kuota yang diberikan, tapi paling tidak, kami berharap tetap ada yang diberangkatkan. Agar tidak nol sama sekali dan antrean tidak makin lama,” ujarnya.

Imam Budi Hartono pun meminta agar pemerintah pusat untuk melobi ulang pemerintah Saudi, agar bisa menerima sejumlah jamaah Haji Indonesia di tanah suci.
“Kita semua berharap dengan langkah diplomatik ini masih bisa diupayakan, sebelum betul-betul menjadi keputusan final bahwa dari Arab Saudi menolak,” ucap Imam. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah