Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono
Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono berbicara tentang Kepemimpinan dan Peluang Usaha Era Otonomi Daerah. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono akan membagi pengalamannya di legislatif dan eksekutif saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertajuk ‘Kepemimpinan dan Peluang Usaha di Era Otonomi Daerah’ yang diselenggarakan Program Studi Administrasi Perkantoran Vokasi Universitas Indonesia, Sabtu (5/6) melalui zoom meeting pukul 13.00 WIB sampai selesai.

“Saya diminta oleh Vokasi UI untuk mengisi salah satu materi pembelajaran bagi mahasiswa, guna memperkenalkan tentang kepemimpinan dan peluang usaha di era otonomi daerah,” kata Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Kamis  (3/6).

Menurut Imam, banyak di kalangan pelajar atau bahkan mahasiswa yang belum paham tentang otonomi daerah, padahal mereka menjadi harapan Bangsa Indonesia untuk menjadi seorang pemimpin, serta Vokasi itu adalah program kuliah yang diharapkan dapat membuka lapangan usaha.

“Maka dibuatlah tema vokasi ini, yakni ‘Kepemimpinan dan Peluang Usaha di Era Otonomi Daerah’, para mahasiswa diharapkan dapat mengerti apa itu otonomi daerah,” papar Ketua Umum DPD PKS Kota Depok ini.

Dia mengakui, saat ini sistem pemerintahan telah berubah, dari sentralisasi menjadi desentralisasi dengan memberikan otonomi di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga, perlu dijelaskan ke mahasiswa tentang kemajuan dan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

“Dari sini, diharapkan mereka punya gambaran secara utuh tentang apa itu otonomi daerah, kan sangat sedikit anak-anak muda yang memahami pemerintahan. Semoga, dengan hadirnya saya di kuliah umum tersebut dapat memberikan informasi yang sejelas-jelasnya,” katanya.

Suami Etty Maryati Salim ini mengungkapkan, di era otonomi daerah menghasilkan para pemimpin baru yang sejak 2004 sudah melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dengan munculnya Undang-undang tersebut, memungkin bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dapat menjadi pemimpiin.

“Apalagi bagi mahasiswa, biasanya kan ada organisasi-organisasi mahasiswa yang memungkinkan untuk menggembleng dan menelurkan potensi calon pemimpin, baik di tingkat kampus maupun kota, atau menjadi pemimpin Indonesia, yakni sebagai Presiden,” ujarnya.

Dia pun ingin memberikan semangat bagai para mahasiswa yang sudah aktif dalam organisasi, Imam pun mendoakan agar apa yang telah dilakukan mereka di organisasi tersebut akan bermanfaat ketika sudah selesai mengenyam pendidikan di sekolah ataupun perguruan tinggi.

“Insha Allah dengan aktif berorganisasi, akan menjadi pengalaman berharga untuk terjun ke masyarakat dan menjadi seorang pemimpin,” kata Imam.

Kemudian, sambung Imam, yang kedua adalah tentang peluang usaha, program Vokasi ini juga dibentuk dalam rangka mengantisipasi dan menangkap peluang-peluang yang menjadi bekal sebagai seorang mahasiswa, bekal hidup dan modal membuka usaha.

“Saya akan menggambarkan peluang-peluang di era otonomi daerah, bisa memberikan ide-ide bagus untuk membuat usaha di manapun, di daerah kita, baik di kota atau kabupaten,” terang Imam.

Dia pun meminta agar mahasiswa jeli melihat peluang yang ada. Sebab, permasalahan di sebuah kota sendiri bisa menjadi peluang usaha.

“Saya akan gambarkan peluang tersebut di materi yang akan saya sampaikan. Seperti, potensi Kota Depok yang memungkinkan agar mahasiswa berfikir atau pun mereka sudah ada yang menerka-nerka potensi yang dimiliki, dengan jumlah penduduk yang cukup besar, potensi sumber daya alam (sungai, situ dan lainnya), ini juga menjadi peluang usaha yang besar di masa yang akan datang, di era otonomi daerah,” pungkas Imam. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah