Prestasi Tim Zhabon Kemirimuka
BANGGA: Persez menjadi juara Runner Up pada ajang Liga Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Kota Depok 2016. FOTO: IST

Mengenal Persatuan Sepak Bola Zhabon (Persez), Kemiri Muka (2)

RADARDEPOK.COM, Persez, klub sepak bola kampung yang terletak di Jalan Fatimah Bawah 3 RT2/14 Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji ini menjadi wadah menyatukan anak-anak, remaja hingga dewasa selama 26 tahun. Dari generasi pertama di 1995, mereka sudah meraih begitu banyak prestasi.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

Sepak terjangnya memang berawal dari beberapa pemuda. Sampai akhirnya, memiliki dua prestasi di tahun 1997.  Dari sana, mulailah nama Persez dikenal masyarakat luas. Untuk berlatih, mereka sempat ditegur satpam, lantaran memakai lapangan tanpa izin. Tak kenal lelah, mencari lapangan lainnya, akhirnya menyewa lapangan adidas dengan uang sewa Rp100-200 ribu pada zamannya.

Berganti ke generasi kedua, tetap menjunjung tinggi kekeluargaan sampai memboyong piala Juara 1 ajang sepak bola, Persika Cup di lapangan Hawai, Margonda. Prestasi lainnya pun mengikuti. Hampir setiap hari, pada sore hari, menjadi momentum latihan bermain sepak bola.

Lambat laun, lapangan sepak bola kian sulit ditemukan. Muncullah olahraga futsal. Mulai darisini mereka merambah ke futsal pula. Sejumlah prestasi futsal yang telah diikuti di antaranya Respon Futsal U-11(2013) dan U-12(2014), Jungle Futsal U-12 (2014), Irlan Cup Futsal U-13 (2015), JR Futsal U-15 (2015), dan masih banyak yang lainnya.

“Dengan adanya wadah Persez ini, kami bisa memantau, membimbing anak-anak dan remaja. Yang tadinya bandel bolos sekolah, kami bilang kalau gak sekolah gak boleh main. Kalau ketahuan ngerokok gak boleh main. Sekarang kenapa kami condong ke futsal, karena banyak turnamennya. Kalau sepak bola, lapangannya sudah susah,” ujar Pembina Persez, Hidayat.

Pengalaman unik nan haru diceritakan Hidayat. Setiap Persez mengikuti turnamen, bisa dipastikan kampung (lingkungan RW setempat) sepi. Warga tentu tidak mau ketinggalan menyaksikan persaingan sengit klub kebanggaannya dengan klub kampung lainnya.

“Sepi bang kalau kami ikut turnamen. Sepinya tuh warga pada ikut, nyewa bus atau mobil bak terbuka dua sampai tiga mobil,” terangnya.

Baginya, Persez juga wadah menyatukan warga dengan hobi yang sama. Bahkan dengan mengikuti dan memenangkan salah satu turnamen futsal bergengsi tingkat kota Depok. Membawa para pemain Persez bisa lolos ke sekolah impian dan Universitas negeri. Selain itu juga, sisi positifnya menghindari remaja dari narkoba.

“2016, Kami menjadi Runner Up di Liga Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Kota Depok. Dengan sertifikat itu, ada pemain yang lolos di SMAN 1 Depok dan UNJ. Walau kami tim kampung, tetapi bisa jadi kebanggaan bersama,” terangnya.

Sebagai generasi pertama, Hidayat saat ini hanyalah memantau perkembangan generasi setelahnya. Saat ini, adik adiknyalah yang mengurus dan melatih Persez. Saat ini, Persez memiliki tim U8, U10, U11, U20, dan dewasa. Dan dibagi menjadi sepak bola Hepi, dengan sepak bola prestasi.

“Ini memang bukan klub sepak bola profesional. Tetapi kami bisa bertahan sampai saat ini, menjadi satu kebanggan. Kita gak bisa kasih apa-apa, tetapi dengan adanya ini bisa menyatukan silaturrahmi antar warga dari hobi,” tukasnya. (bersambung)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M. Agung HR