Beranda Utama Jokowi: Target Vaksinasi Juli Satu Juta Per Hari

Jokowi: Target Vaksinasi Juli Satu Juta Per Hari

0
Jokowi: Target Vaksinasi Juli Satu Juta Per Hari
PENINJAUAN VAKSINASI: Presiden RI Joko Widodo meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi di RSUI Depok, Rabu (9/6). Ia didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rektor UI Prof Ari Kuncoro, Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini, dan Walikota Depok, Mohammad Idris. FOTO: UI FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Indonesia (UI), di Kota Depok. Tujuan peninjauan yaitu melihat dari dekat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI). Hal ini berkaitan dengan Serbuan Vaksinasi yang dilakukan antara TNI, Polri, dan masyarakat, guna mempercepat penanganan Covid-19.

Jokowi menyebutkan, meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di RSUI Kota Depok, yang ditujukan kepada para pendidik, lansia, dan pelayan publik. Ia berharap pelaksanaan vaksinasi ini juga digaler di daerah maupun provinsi lain, bergerak secara cepat. Selain di RSUI, vaksinasi massal juga dilaksanakan di Bandung dan Tangerang yang jumlahnya cukup banyak.

“Kita berharap pada Juni, target vaksinasi per hari 700.000 benar-benar tercapai. Sehingga di Juli 2021, kita sudah masuk pada target vaksinasi per hari satu juta,” ungkap Jokowi.

Tiba sekitar pukul 10.00 WIB di RSUI, Presiden Jokowi langsung meninjau lokasi tempat dilakukan vaksinasi guna mencegah Covid-19. Di lokasi Gedung Parkiran RSUI tersebut tampak mobil dan motor penyedia layanan transportasi (ojek online dan pangkalan) mengantre di jalur drive thru. Kemudian, dengan berjalan kaki, Presiden dan rombongan menuju lobi Utama Gedung Entrance RSUI. Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara terlihat meninjau proses vaksinasi, dimulai dari registrasi hingga penyuntikan. Jokowi menyapa dan berbincang singkat dengan sejumlah peserta vaksinasi.

Sementara itu, Direktur Utama RSUI dr. Astuti Giantini mengatakan, sejak dibukanya Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI pada Maret 2021, sampai sekarang tercatat hampir 39.000 orang sudah divaksin, terdiri dari kelompok prioritas, seperti tenaga kesehatan, tenaga pendidik, warga lanjut usia, dan pelayan publik.

“Bisa dikatakan rata-rata per hari jumlah yang mendapatkan vaksin mendekati 1.000 orang,” kata Astuti.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden dalam meninjau proses vaksinasi Covid-19 di RSUI, baik di area poli maupun di area drive thru. Sebagai pelaksana vaksinasi dan penyedia fasilitas kesehatan dalam penanganan Covid-19, RSUI terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat.

Hingga saat ini, dalam pelaksanaan vaksinasi RSUI telah bekerja sama dengan sejumlah mitra. RSUI berharap agar kegiatan vaksinasi Covid-19 terus dapat dilaksanakan secara masif guna mempercepat serta memperluas cakupan vaksinasi, sehingga tujuan dari vaksinasi yakni terciptanya kekebalan kelompok bisa segera dicapai.

Dalam kunjungan ke RSUI tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, Direktur Utama RSUI dr. Astuti Giantini, dan Walikota Depok Mohammad Idris.

Perlu diketahui, Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit direalisasikan lewat kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan XL Axiata, berlokasi di gedung parkir Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok. Dalam mendukung penanganan Covid-19, Sentra Vaksinasi RSUI per tanggal 7 Juni 2021 telah memberikan suntikan vaksin kepada 2.446 tenaga kesehatan, 9.919 dosen dan tenaga pendidik, 3.560 guru, 18.468 lansia, 445 petugas pemadam kebakaran, 3.642 pelayan publik, dan 365 pengemudi angkutan umum dan ojek online (ojol).

Proses vaksinasi tetap dilaksanakan secara drive thru dan walk-in di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan dan institusi yang berwenang lainnya. Untuk kelancaran pelaksanaanya, setiap hari Sentra Vaksinasi RSUI mendapatkan dukungan lebih dari 130 relawan, termasuk di dalamnya dokter, perawat, petugas keamanan, dan administrasi. (rd/arn/**)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR