kai
ATURAN BARU : Pengguna KRL Commuter Line antre saat akan memasuki peron di Stasiun Citayam, Senin (20/07). PT KCI mewajibkan seluruh penggunanya untuk mengikuti peraturan dengan menggunakan kaos lengan panjak atau jaket. DOKUMEN RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – PT Kereta Api Indonesi (KAI) Commuter melakukan langkah tegas dengan melakukan tes antigen secara acak kepada pengguna KRL. Kuota setiap harinya 150 hingga 200 tes. Tapi sayang, Kota Depok yang umumnya menggunakan kereta malah tidak mendapat perhatian tes antigen.

“Tes ini sebagai upaya mencegah calon pengguna yang berpotensi menularkan Covid-19 agar tidak naik KRL, serta untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir,” terang Humas Commuter, Anne Purba, Senin (21/6).

Memang untuk Stasiun di kawasan Depok tidak melangsungkan tes antigen tersebut, hanya dilakukan di enam stasiun, yaitu stasiun Bogor, Cikarang, Bekasi, Tangerang, Manggarai dan Tanah Abang. “Semua kita mulai hari ini (Senin, 21/6), memang kami lebihkan kuotanya sebanyak 200 orang, ini karena aktifitas di hari Senin cukup ramai,” ungkapnya.

Sesuai dengan data yang dikantongi, total pengguna seluruh stasiun pada hari Senin (21/6) sebanyak 152.113 orang, jumlah tersebut menurun sekitar 13 persen dibandingakan waktu yang sama pada senin pekan lalu sebanyak 174.393 orang. “Tren penurunan ini diharapkan menjadi indikasi masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk kembali bekerja dan berkativitas dari rumah,” katanya.

Namun, Anne mengungkapkan, hal berbeda terjadi di Stasiun Depok Baru, pengguna KRL meningkat 11 persen atau sebanyak 6.646 orang jika dibandingkan pekan lalu.

“Tercatat Stasiun Depok Baru pengguna KRL meningkat, tapi stasiun lainnya. Seperti stasiun citayam turun 11 persen atau sebanyak 10.546 orang yang menggunakan KRL. Begitu juga Stasiun Bojonggede turun sebanyak 15 persen,” terangnya.

Layanan KRL Jabodetabek hingga hari ini (kemarin) masih beroperasi dengan 994 perjalanan KRL per hari mulai pukul 04.00 sampai 22:00 WIB. Dengan tetap dilakukan pemantuan protokol kesehatan ketat oleh petugas.

Pengguna dianjurkan untuk merencanakan perjalanannya dengan baik agar terhindar dari potensi kepadatan di stasiun maupun di dalam kereta, serta tidak memaksakan diri untuk naik ke kereta apabila sudah memenuhi kuota.

KAI Commuter juga tetap konsisten menegakkan protokol kesehatan terutama menjaga jarak, dengan sistem penyekatan pengguna pada jam-jam sibuk. Selain pengaturan jaga jarak, KAI Commuter juga mengajak para pengguna KRL untuk tetap menerapkan protokol kesehatan lainnya, seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL dengan memanfaatkan wastafel tambahan yang tersedia di stasiun. Gunakan masker kain atau masker kesehatan dengan 3 atau 4 lapis sesuai anjuran pemerintah.

Para petugas juga secara konsisten membersihkan rangkaian KRL saat beroperasi, melakukan pencucian saat KRL tidak beroperasi, dan penyemprotan disinfektan. KAI Commuter berkomitmen agar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan pengguna saat naik KRL tetap terjaga.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar