jago pantun
BAKAT SENI : Pegawai Satpol PP Kota Depok, Abdul Rohim saat pentas di salah satu kesenian budaya betawi di Kota Depok. Dirinya di kenal sebagai ahli pantun yang dimiliki Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Abdul Rohim salah satu bocah Depok yang mempunyai potensi melantunkan pantun, menjadi gacoan pemerintah Kota Depok dalam pagelaran dan pementasan seni dan budaya Betawi. Namanya telah dikenal sebagai si ahli pantun, yang selalu membuat siapapun tertawa alias cengar-cengir.

Laporan : Arnet Kelmanutu

Puluhan tahun sudah, Abdul Rohim atau yang biasa disapa Cang Rohim merawat kesenian Betawi, yaitu pantun. Menurutnya, mantun itu bukan sekedar literasi tanpa menguras pikiran dan keahlian. Melainkan, pantun adalah literasi unik dan menarik bukan asal-asalan, tapi ada makna yang terkandung.

“Awal pantun karena pengen jadi MC acara, karena harus ada ciri khas jadi saya semakin dalami pantun. Tapi memang sebelumnya sudah belajar pantun,” terangnya, Selasa (8/6).

Ada satu pantun andalan Cang Rohim, sebait pantun yang dibuat oleh dirinnya sendiri. ‘Pegih berkunjung ke Cigombong pake celana warnanya merah, kalo disanjung jangan terlalu sombong, kalo di hina jangan gampang marah’.

Pantun tersebut hasil buah dari pikirannya, yang selalu dilantunkan pada situasi atau kejadiaan yang sesuai dengan pantun tersebut. Kenapa diungkapkan lewat pantun, hal ini agar masyarakat terhibur dan tidak tersinggung.

“Alhamdulilah, sekarang suka diminta jadi pembawa acara di kegiatan, pemerintah, kebudayaa, dan kemasyarakatan,” tutur Rohim.

Sudah saatnya bagi masyarakat Depok, terutama kaum milenial untuk dapat merawat kebudayaan daerahnya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menjaga jati diri daerah, sehigga kebudayaan Indonesia dapat terus di kenal dan dinikmati.

Cang Rohim sendiri, berdomisili di Jalan Galur RT5/6 Kampung Utan, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo. Dan telah dikaruniai satu anak pria. Saat ini, dia terdaftar sebagai pegawai Satpol PP Kota Depok.(bersambung)

Editor : Fahmi Akbar