antigen perumahan
TRACING: Warga Perumahan Taman Cipayung, RW27 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya dilakukan Swab Antigen oleh Polsek Sukmajaya, Selasa (22/6). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kasus penularan Covid-19 di Depok kian meledak. Jika sebelumnya di temukan klaster perumahan di Bella Cassa, Sukmajaya. Selasa (22/6), kali ini di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan dan Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya muncul klaster perumahan. Tak tanggung-tanggung, empat perumahan di dua kecamatan tersebut yang terpapar virus mematikan jumlahnya sampai puluhan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bedahan, Rizal Antoni membenarkan, jika di wilayahnya kini sedang marak kasus Covid-19. “Perumahan yang kena Covid-19 iti, Bukit Rivaria, Sawangan Village, Perumahan Regency,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Selasa (22/6).

Dia mengaku, belum dapat menyebutkan berapa jumlah warga yang terkena Korona di Bedahan, sebab pihaknya juga belum mendapatkan data terkini dari Puskesmas Pengasinan.  “Jumlah validnya belum bisa dipastikan, karena masih proses penghitungan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga tidak tinggal diam dengan adanya peningkatan kasus ini. pihaknya langsung berperan aktif untuk melakukan sterilisai lingkungan di lokasi yang ada konfirmasi pasien Covid-19. “Begitu ada laporan, kami langsung melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga yang kena Korona,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Warga Rivaria, Gledek Arya Laksana mengungkapkan, banyak warga Rivaria yang terkonfirmasi positif Covid-19.  Menurutnya, hampir di setiap sektor ada yang terkena Cocid-19. “Di sektor dua ada lima keluarga yang positif, mereka sudah ditangani Puskesmas dan sudah isolasi mandiri,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Pengasinan, Ratih Oktriviani mengatakan, saat ini diperkirakan ada puluhan orang yang terkonfirmasi positid Covid-19 di Kelurahan Bedahan, khsusnya klaster perumahan.

“Ada beberapa yang terdampak Covid-19 salah satunya di Perumahan Bukit Rivaria. Di sana ada beberapa RT/RW yang kena dan jumlahnya masih kami data,”  katanya, Selasa (22/6).

Dia mengungkapkan, setiap harinya dia terus mendapatkan laporan dari pengurus lingkungan di Kelurahan Bedahan terkait adanya penambahan pasien positif Covid-19.  “Laporan ke kami banyak setiap hari pasti ada aja penambahan kasus,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kasus aktif ini mulai muncul seminggu belakangan di Bedahan. Dari puluhan orang yang dinyatakan positif, beberapa di antaranya di rujuk ke rumah sakit atau wisma Makara untuk mendapatkan penanganan intensif. “Karena rumah sakit penuh kami terpaksa menggunakan skala prioritas dalam melakukan rujukan, kalau tidak parah gejalanya hanya isolasi mandiri di rumah,” bebernya.

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan data yang diterima Radar Depok, sejak  22 Juni hingga berita ini diturunkan, terdapat beberapa penderita Covid -19 di Perumahan Bukit Rivaria, khususnya di wilayah RW 11 Kelruahan Bedahan.

Di RT1/11 ada tujuh orang  dalam empat keluarga yang terkonfirmasi positif, satu di antaranya dirawat di RSUD Kota Depok, sisahnya isolasi mandiri di rumah. Di RT2/11, ada sembilan orang dalam tiga keluarga yang terkonfirmasi, satu diantaranya dirawat di rumah sakit, sisahnya isolasi mandiri. Sedangkan di RT3/11, ada 12 orang dari lima keluarga yang terkonfirmasi, satu meninggal, 11 lainya isolasi mandiri. Di RT4/11, satu orang dalam satu keluarga positif dan isolasi mandiri. Total Kasus di RW 11 berjumlah 29 kasus terkonfirmasi dari 13 keluarga. Satu orang meninggal, dua orang dirawat di rumah sakit, dan 26 orang isolasi mandiri.

Di lokasi terpisah, Ketua RW27 Abadijaya, Bambang Junaedi menjelaskan Satgas Covid-19 tingkat RW sudah melakukan koordinasi. Dan menyatakan Perumahan Taman Cipayung dalam zona merah dan lockdown, setelah ditemukan 37 kasus di lingkungan tersebut.

“Ini yang pertama kali. Awalnya di satu RT ada 17 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, kami sudah melaporkan kepada pihak terkait diantaranya Satgas Covid-19 tingkat kelurahan, Polsek Sukmajaya dan Koramil 03/Sukmajaya. Alhamdulillah Polsek merespon cepat dengan menggelar Swab masal,” katanya.

Kebijakan lockdown ini, Kata Bambang, berlangsung selama 14 hari kedepan, serta berdampak pada kegiatan warga yang bersifat menimbulkan kerumunan akan dibatasi. Dia berharap, seluruh masyarakat di RW27 dapat menaati aturan yang berlaku.

“Penggunaan Fasos Fasum tutup semuanya. Untuk pengajian, senam, dan shalat jumat akan ditiadakan semuanya. Bagi yang terpapar kami sediakan logistik lumbung pangan,” bebernya.

Bambang mengungkapkan, 37 kasus tersebut tersebar di enam RT yang ada berasal dari klaster pasar, klaster orang meninggal, orang tanpa gejala (OTG), kantor, dan keluarga.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya, AKP Syafri Wasdar mengatakan, pihaknya melakukan testing dan tracing kepada warga RW27 serta penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai Covid-19. “Intervensi sehubungan wilayah disini angka terkonfirmasi positif cukup tinggi, makanya kita laksanakan swab antigen kontak erat di seluruh lingkungan RW27 sebanyak 160 orang, dinyatakan 7 reaktif. Serta penyemprotan disinfektan, bekerjasama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok. Untuk menyupplai lumbung pangan bagi masyarakat isoman, kami distribusikan 50 Kg beras,” tegasnya.

Kota Depok disebut berstatus zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar saat memimpin apel gabungan operasi yustisi di Mapolrestro Depok, pada Selasa malam, 22 Juni 2021.

Operasi yustisi ini sebagai langkah nyata kebijakan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat yang mulai dilaksanakan. Razia ke sejumlah lokasi pun dilakukan aparat gabungan.

“Pada malam hari ini kita melaksanakan apel yustisi yang terdiri dari TNI, Pemda, Dishub dan Satpol PP. Kita melakukan operasi yustisi dari mulai apel ini sampai jam sembilan tujuannya membackup SK Wali Kota tentang pengetatan PPKM,” sebut Imran.

Operasi yustisi terkonsentrasi pada dua titik jalan yang dinilai padat dan juga jalan yang menjadi perbatasan Depok dengan wilayah lainnya, seperti, Jalan Margonda Raya hingga jalan Komjen Pol M Jasin atau Akses UI.

“Maksudnya dari jam sembilan sampai jam empat pagi itu kita mengurangi kegiatan masyarakat. Itu di dua titik dari jam sembilan sampai jam empat pagi,” jelas dia.

Bentuk pengetatan yang dilakukan yaitu, meminta tempat usaha untuk tutup hingga batas waktu yang ditentukan, serta melarang warga untuk keluar rumah jika memang tidak ada kegiatan yang penting. “Kita melarang kegiatan masyarakat yang tidak perlu, kalau tidak urgen ya kita perintahkan kembali,” kata Imran.

Dalam gelaran operasi yustisi ini, pihaknya juga tidak segan memberikan sanski kepada masyarakat yang melanggar aturan. “Ada di Satpol PP.  Jadi ada teguran, kalau keterlaluan satu dua kali sampai ke penutupan,” tegas dia.

Ini dilakukan karena saat ini Kota Depok dan daerah sekitar telah masuk dalam zona resiko tinggi penyebaran COVID-19 atau zona merah. “Karena tingkat covid ini  sebenarnya bukan Depok saja, jadi sudah zona merah,” beber dia.

Selain pada tingkatan polres, operasi yustisi juga dilakukan seluruh polsek jajaran. Kegitan ini melibatkan ratusan personel gabungan.(daf/dra/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah, Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar