Oleh : Agus Yanto, Anggi Maulana, dan Febbyan Kurnia Sandi

 

BANYAK sekali pendapat yang mengemukakan bahwa kemajuan kita lihat sampai pada saat ini adalah merupakan hasil dari perbedaan pandangan diantara bebagai pihak. Perbedaan pandangan tersebut dari satu sisi dapat menjadi sumber terjadinya konflik, tetapi disisi lain dapat menghasilkan solusi yang dapat memberikan hasil terbaik, untuk menghindari perbedaan dapat menyebabkan timbulnya konflik, maka diperlukan kemampuan para pihak yang berinteraksi untuk melakukan negosiasi.

Lalu apa itu konflik? Konflik didefinisikan sebagai sebuah proses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negative, atau akan memengaruhi secara negative, sesuatu yang menjadi kepedulian atau kepentingan pihak pertama. Konflik berasal dari kata kerja Latin, configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik sendiri dikategorikan sebagai 2 macam, yaitu Konflik Fungsional dan Konflik Disfungsional. Konflik fungsional, yaitu konflik yang mendukung tujuan kelompok dan meningkatkan kinerjanya.

konflik 1

Contohnya, dua departemen dalam sebuah rumah sakit memperdebatkan cara yang paling efisien dan paling adaptif untuk memberikan pelayanan kesehatan pada keluarga-keluarga berpenghasilan rendah pada daerah pedesaan. Kedua departemen ini memiliki cara yang berbeda dalam mencapai tujuan tersebut. Sedangkan Konflik disfungsional, yaitu konflik yang menghambat kinerja kelompok secara spesifik. Konflik-konflik yang menguntungkan seringkali dapat berubah menjadi konflik yang berbahaya. Pada sebagian kasus hampir tidak mungkin mengidentifikasi kapan persisnya konflik fungsional berubah menjadi konflik disfungsional.

Jenis Dan Penyebab

Ditinjau dari segi fungsinya, ada dua jenis konflik, yaitu:

  • Konflik Konstruktif adalah konflik yang memiliki nilai positif bagi pengembangan organisasi.
  • Konflik Destruktif adalah konflik yang memiliki nilai negative bagi organisasi

Lalu dilanjut kepada bagaimana proses terjadinya konflik

  1. Potensi Pertentangan atau Ketidakselarasan

Tahap pertama ini adalah munculnya kondisi-kondisi yang menciptakan peluang bagi pecahnya konflik. Kondisi-kondisi tersebut tidak harus mengarah langsung pada konflik, tetapi salah satunya diperlukan jika konflik akan muncul. Komunikasi: Sebuah ulasan mengenai penelitian menunjukkan bahwa konotasi kata yang menimbulkan makna yang berbeda, pertukaran informasi yang tidak memadai, dan kegaduhan pada saluran komunikasi merupakan hambatan komunikasi dan kondisi potensial pendahulu yang menimbulkan konflik.

  1. Kognisi dan Personalisasi

Tahap ini penting karena dalam tahap inilah biasanya isu-isu konflik didefinisikan. Pada tahap ini pula para pihak memutuskan konflik itu tentang apa. Konflik yang dipersepsi adalah kesadaran oleh satu atau lebih pihak akan adanya kondisi-kondisi yang menciptakan peluang munculnya konflik. Konflik yang dirasakan adalah keterlibatan dalam sebuah konflik yang menciptakan kecemasan, ketegangan, frustasi atau rasa bermusuhan.

  1. Intention

Mengintervensi antara persepsi serta emosi orang dan perilaku mereka. Intention (Maksud) adalah keputusan untuk bertindak dengan cara tertentu. Seseorang harus menyimpulkan maksud orang lain untuk mengetahui bagaimana sebaiknya menanggapi perilakunya itu. Banyak konflik bertambah parah semata-mata karena salah satu pihak salah dalam memahami maksud pihak lain. Selain itu, biasanya ada perbedaan yang besar antara maksud dan perilaku, sehingga perilaku tidak selalu mencerminkan secara akurat maksud seseorang.

  1. Hasil

Jalinan aksi-reaksi antara pihak-pihak yang berkonflik menghasilkan konsekuensi. Akibat atau konsekuensi itu bisa bersifat fungsional, dalam arti konflik tersebut menghasilkan kinerja kelompok, atau juga bisa bersifat disfungsional karena justru menghambat kinerja kelompok.

konflik 2

Kemudian bagaimana cara konflik ini bisa diselesaikan? Biasa banyak pihak memilih jalan negosiasi untuk mengakhiri konflik itu sediri. negosiasi adalah suatu upaya yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai kesepakatan bersama. Strategi yang diambil dalam negosiasi ada dua macam ada strategi menang – kalah (win – lose) yaitu, Pandangan klasik menyatakan bahwa negosiasi terjadi dalam bentuk sebuah permainan yang nilai totalnya adalah nol (zero sum game). Artinya apapun yang terjadi dalam negosiasi  pastilah salah satu pihak akan menang, sedangkan pihak yang lainnya kalah, atau biasa dikenal dengan pendekatan distributif. Dan yang kedua adalah strategi menag – menang (win – win) yaitu, Pendekatan yang sama-sama menguntungkan, atau pendekatan integratif , dalam bernegosiasi memberikan cara pandang yang berbeda dalam proses negosiasi. Negosiasi menang-menang adalah pendekatan penjumlahan positif.  Situasi – situasi penjumlahan positif adalah pendekatan di mana setiap pihak mendapatkan keuntungan tanpa harus merugikan pihak lain.

Demikian materi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, kami berharap pembaca dapat mengambil hal yang baik dari apa yang kami sampaikan saat ini. (*)