Walikota Depok Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok mengeluarkan peraturan terbaru terkait penanganan Covid-19 di Kota Depok saat ini.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, karena terjadinya peningkatan kasus Covid-19 maka dilakukan langkah kebijakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Depok yang dimuat dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/249/Kpts//Dinkes/Huk/2021.

Di antaranya, pusat perbelanjaan atau mal atau supermarket atau midi market atau minimarket, hanya beroperasi sampai pukul 19.00 WIB, dengan kapasitas 30 persen. Lalu Restoran, kafe, warung makan, pedagang kaki lima dan sejenisnya, hanya boleh take away atau dibawa pulang, tidak diperbolehkan makan dan minum di tempat.

“Kemudian taman, tempat wisata, wahana keluarga, tempat permainan anak, kolam renang, wahana ketangkasan, bioskop dan sejenisnya untuk sementara ditutup,” tutur Idris dalam keterangan resmi yang diterima Radar Depok, Senin (21/6).

Kemudian, terkait resepsi pernikahan, khitanan, hanya diperkenankan untuk akad nikah dihadiri keluarga inti maksimal 30 orang dan untuk khitanan 20 orang. Kegiatan keagamaan atau tempat ibadah hanya digunakan untu ibadah wajib, dengan kapasitas maksimal 30 persen.

“Untuk penguburan jenazah, takziyah, tahlilan hanya boleh diikuti oleh keluarga, maksimal 15 orang. Pengajian rutin, subuh keliling dan ibadah bersama di luar tempat ibadah untuk sementara ditiadakan,” bebernya.

Sementara, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, pemberlakuan kebijakan tersebut dalam upaya pengetatan PPKM. Disesuaikan dengan periode PPKM Mikro yang sudah berjalan saat ini. Yaitu, berlaku sampai 28 Juni 2021. “Ke depannya akan dievaluasi kembali, secara dinamis untuk kebijakan selanjutnya,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai varian baru (Delta), Dadang mengatakan, berdasarkan rapat tadi pagi (21/6), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa daerah yang peningkatan kasusnya tinggi seperti Kota Depok dan Karawang agar berhati-hati dengan varian baru. “Jadi, belum mengatakan varian baru sudah masuk ke Kota Depok. Kami maih menunggu hasil pemeriksaan sampel varian baru dari Litbangkes yang belum selesai,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, dalam meningkatkan Bed Occupancy Ratio (BOR) di Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Depok, maka Pemkot Depok sedang mengupayakan penambahan secara bertahap terhadap ruang isolasi dan ICU.

Rinciannya yaitu di RSUI akan ditambah sebanyak 17 bed ICU dan 51 bed di ruang isolasi. Kemudian di RS Bunda Margona akan ditambah sebanyak 30 bed di ruang isolasi. “Lalu, di RSUD Depok akan ditambah juga sebanyak 50 bed di ruang isolasi,” tutur Novarita saat ditemui di ruangannya.

Lebih lanjut, Novarita berharap agar RS lainnya juga dapat menambah kapasitas bed ruang isolasi dan ICU Covid-19. “Ya, kami harap bisa menambah kapasitas bed ruang isolasi dan ICU Covid-19,” jelasnya.

Novarita mengingatkan kepada masyarakat Kota Depok agar bisa tetap berpikiran positif, sehingga imunnya tetap terjaga. Serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimana pun dan kapan pun. “Belum bisa diprediksi kapan bisa dilewati masa-masa seperti ini. Semua tergantung dari masyarakat, semakin masyarakatt patuh atas aturan dan menerapkan prokes, maka semakin cepat kami melalui masa seperti ini,” pungkasnya. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR