Walikota Depok Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris

RADARDEPOK.COM – Ini peringatan keras bagi pemilik wisata di Kota Depok. Setelah Walikota Depok Mohammad Idris memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 14 Juni 2021. Dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 443/222/Kpts/Dinkes/Huk/2021, ditegaskan fasilitas umum (Fasum) di Kota Depok wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan pembatasan kapasitas paling banyak 20 persen.

Mohammad Idris menyebut, tentang upaya mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 pada hari libur atau hari libur nasional tahun 2021. Salah satunya Pemkot Depok kembali melakukan pembatasan dan pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum (fasum)/tempat wisata/taman.

Maksudnya, bagi masyarakat di fasilitas umum  atau tempat wisata atau taman dengan menerapkan kewajiban yaitu penerapan screening test antigen atau genose untuk fasilitas berbayar atau lokasi wisata indoor. Termasuk, penerapan protokol kesehatan secara ketat di fasilitas umum/ lokasi wisata outdoor. “Pembatasan kapasitas paling banyak 20 persen. Dilakukan PCR/ Rapid Test Antigen/ Genose serta mendapatkan rekomendasi camat atau lurah,” ujarnya.

Sementara untuk daerah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat pada zona oranye dan zona merah juga diberlakukan sejumlah aturan. Seperti kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat/taman dilarang. “Apabila terdapat pelanggaran, dilakukan penegakan hukum dalam bentuk penutupan lokasi sesuai ketentuan peraturan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya dalam SK.

Sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi, teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, kontruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100%. Dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.(rd)

Editor : Fahmi Akbar