boks 222
BERPRESTASI : AKP Rio Mikael Lumban Tobing (tengah) diapit Agen FBI Amerika (kiri) dan Kapolri Jenderal Idham Azis (kanan), saat menerima penghargaan setelah suskes membantu Agen FBI Amerika memecahkan kasus pencucian uang. IST

RADARDEPOK.COM  – AKP Rio Mikael Lumban Tobing resmi berdinas sebagai Perwira Polri berpangkat Ipda. Debut pertamanya dilakukan di Polda Bangka Belitung. Di sana, dia sempat mencicipi berbagai jabatan dan sukses mengungkap banyak kasus kriminal.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing, dikenal sebagai sosok ramah dan mudah bergaul. Hal ini terlihat dari siakpnya yang tetap menerima tamu dengan baik walau dia tengah sibuk mengurusi tugasnya, sebagai kepala kepolisian yang meliputi dua wilayah kecamatan yaitu  Sawangan dan Bojongsari.

Di tengah proses wawancara dengan Radar Depok, sering kali perbincangan terhenti lantaran beberapa anggotanya datang ke ruangannya untuk menyampaikan beberapa laporan.

Seperti misalnya saat dia sedang menceritakan kisahnya pertama kali menjadi periwa muda di Korps Tribrata. Tiba – tiba pintunya kembali diketuk orang dari luar, kali ini Kanit Reskrim Polsek Sawangan, Iptu Burhan yang datang untuk menghadap.  “Izin komandan,” sapa Iptu Burhan kepada AKP Rio.

AKP Rio pun langsung bertanya kepada Iptu Burhan apakah semua personel sudah siap untuk melakukan apel.  “Sudah siap semua anggota?,” tanya AKP Rio. “Siap belum komandan sebagian sudah standby, sebagian masih dalam perjalanan ke sini dari wilayah masing – masing. Izin komandan, komandan yang ambil apel,” sahut Iptu Burhan, sekaligus pamit dan beranjak keluar ruangan.

Perbincangaan dengan AKP Rio Mikael pun kembali berlanjut. Jebolan Akpol 2008 ini menceritakan jika awal karirnya banyak dihabiskan di Polda Banka Belitung. Kurang lebih dia bertugas di sana selama kurang lebih lima tahun.  “Pertama saya menjabat Kepala SPK Polres Pangkal Pinang empat bulan, Kanit Harta Benda Polres Pangkal Pinang, Kanit Narkoba Polres Belitung, naik jadi KBO Reskrim Polres Belitng,” ucapnya.

Pada masa tugasnya menjadi KBO Reskrim Polres Belitung, dia dan jajaranya berhasil mengungkap salah satu kasus peredaran narkoba paling besar di sana.  “Waktu itu aku dan rekan – rekan yang lain berhasil mengagalkan serta menangkap pelaku penyelundupan sabu seberat 40 gram di sana,” bebernya.

Lalu, pada tahun 2011 dia pun akhirnya meraih jabatan Kapolsek Pertamanya di pangkat Ipda. Tahun 2011 dia diangkat menjadi Kapolsek Badau, lalu tahun 2012 dia mutasi menjadi Kapolsek Koba sekaligus mendapat kenaikan pangkat jadi Iptu.  “Setelah itu saya mutasi lagi jadi Wakapolsek Tanjung Pandan, lalu mutasi lagi jadi Kasat intel Polres Belitung Timur,” imbuhnya.

Pada tahun 2014, dia berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan kepolisiannya di sekola Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) untuk mengambil gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (SIK). Maklum saja, pada saat dia menjadi Akpol, lulusannya belum menyandan gelar SIK seperti Akpol jaman sekarang.

“Setelah saya lulus PTIK tahun 2015, saya pindah ke Ambon, di Polda Ambon aku jadi Panit intel Polda Ambon, lalu pindah lagi jadi Kasat Intel Polres Maluku Tengah selama lima bulan,” terangnya.

Lama bertugas di daerah, Ibu Kota akhirnya memanggilnya untuk kembali. Dia dipindah tugaskan ke Jakarta di mana dia tumbuh dan besar di sana, untuk mengisi jabatan Kasubnit Direktorat 2 Perbangkan Tipidensus Bareskrim Mabes Polri. “Pada saat di Bareskrim tahun 2016, saya sudah menyandang pangkat AKP,” tuturnya.

Pada saat bertugas di Mabes Polri, AKP Rio juga menorehkan prestasi yang terbilang sangat gemilang. Dia berhasil membantu agen Federal Bereau  Of Investigation (FBI) Amerika dalam mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang yang mana pelaku dan barang buktinya berada di Indonesia.

“Pada saat itu aku sebagai Kasubnit sekaligus penyidik diminta untuk membantu menyita sebuah kapal milik Korea  Utara di Balik Papan. FBI butuh bantuan kami karena barang bukti berada dalam yuridiksi Indonesia. Puji Tuhan, tanpa kesulitan yang berarti kami bersama FBI bisa menyita kapal Korea Utara itu,” bebernya.

Setelah berhasil membantu Agen FBI bak film Hollywood, AKP Rio pun kembali pindah tugas ke Polda Metro Jaya. Kali ini dia mendapatkan jabatan sebagai Panit Dua Unit Empat Subdit Dua Fismondev Ditkrimsus Polda Metro Jaya. “Aku memang spesialisasinya waktu itu kasus – kasus ekonomi,” ujarnya.

Perbicangan hari itu begitu menarik, sampai sampai waktu berlalu tanpa terasa. Tiba – tiba suara lonceng menggema dengan keras dari bawah ruangan Kapolsek Sawangan, tanda dimulainya apel yang akan mereka lakukan.  “Panjang kalih lah cerita ini lae, gak cukup satu hari ku ceritakan, besok lah kita lanjut lagi. Aku mau ambil apel dulu, soalnya kami mau giat bagi masker ke masyarakat untuk mendukung program Depok Bermasker,” katanya sembari mengenakan seragamnya. (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar