Kapolsek Sawangan
SISWA TARUNA : Potret Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing saat masih menjadi siswa Taruna Akpol. IST

Polsek Sawangan kini memiliki Kapolsek baru seorang lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Dia AKP Rio Mikael Lumban Tobing. Rio diketahui menjadi Kapolsek pertama disana yang lulusan Akpol. Untuk itu, Radar Depok mencoba mengulas profil Kapolsek Sawangan yang dikenal dekat dengan lapisan masyarakat di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari ini.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Ruangan Kapolsek Sawangan di lantai dua Mapolsek Sawangan tertutup rapat. Pintu utama diketuk tiga kali, terdengar suara sahutan dari dalam. Suara si empunya ruangan.

Ya Masuk,” sahut Rio, Jumat (4/6).

Siang itu, Rio sedang sibuk menandatangani beberapa berkas di dalam map berwarna merah dan kuning. Map itu terlihat menumpuk di atas meja, posisinya berada di sebelah kanan dan kiri meja Kapolsek.

Sembari menunggu menyelesaikan pekerjaanya, dia menyuguhkan beberapa minuman ringan dan camilan dari dalam kulkas yang ditaruh di depan meja kerjanya. “Santai dulu Lae (panggilan pria khas suku Batak) ya. Saya lagi ada kerjaan sedikit,” katanya dengan logat Medan yang khas.

Setelah semua berkas selesai ditandatangani semua, dia memencet bel yang terletak di sebelah kiri mejanya. Tidak lama setelah bel dipencet, perempuan berkerudung datang ke ruanganya untuk mengambil berkas-berkas yang sudah dia tandatangani.

Itu tadi tanda tanganin berkas SKCK masyarakat, minggu ini lagi banyak yang urus SKCK,” ucapnya.

Rio adalah lulusan Akpol tahun 2008. Pria kelahiran Manado 1986 ini menjalani masa pendidikan Akpol sekira tiga tahun setengah lamanya, sebelum resmi menjadi Anggota Polri. “Aku daftar Akpol tahun 2005 di Medan,” ujarnya.

Niatnya untuk bergabung menjadi Perwira Korps Tribrata ini tak lepas dari sosok ayahnya yang menjadi inspirasinya.

Bapak dulu juga Polisi, Akpol juga, tapi sudah pensiun di pangkat Kombes karena sakit stroke. Saya resmi dinas, bapak pensiun,” tuturnya.

Pria berperawakan tinggi besar ini sempat menyeletuk, andai kata dia tidak bergabung menjadi polisi, dia tidak tahu akan menjadi berandalan seperti apa. Masa mudanya cukup kelam.

Aku dulu ini bandel Lae. Kalau tak jadi polisi, ya tak tahu kemana aku. Semua jenis kenakalan sudah aku coba,” kenangnya.

Akan tetapi, masa lalunya itu sudah sejak lama dia buang. Semenjak membulatkan tekat untuk mendaftar Akpol, dia sudah mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk negara dan masyarakat.

Aku bersyukur bisa jadi polisi. Bisa hadir sebagai penolong masyarakat dan menjadi alat negara, kalau ingat masa lalu ya payah kali,” kenangnya.

Setelah resmi dilantik menjadi perwira muda Polri berpangkat Ipda, ia mulai erdinas di jajaran Polda Bangka Belitung. “Debut saya di kepolisian dimulai di Polda Bangka Belitung,” tukasnya. (bersambung)

Editor : Junior Williandro