BOKS Catur Pion
TEMUKAN POTENSI: Masyarakat dan anggota bersama pengurus Pion Baja Chess Club (PBCC) depok ketika melangsungkan home tournament di Jalan Proklamasi Ujung, Kecamatan Sukmajaya. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

Mengenal Pion Baja Chess Club (PBCC) Depok (2)

RADARDEPOK.COM, Usaha tidak akan menghianati hasil, beberapa pemain berhasil di bidik Pion Baja Chess Club (PBCC) untuk membantu pemerintah dalam mengisi skuad catur yang wakilkan Depok ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Laporan : Arnet Kelmanutu

Aktif dalam mengadakan kegiatan home tournamen telah dilakukan komunitas catur yang dihuni anak di usia dini hingga paruh baya. Bukan kesulitan melangkah dalam mengembangkan komunitas ini, justru kompak dan solid begitu terasa bila menyatu dalam meja catur.

“Selalu sederhana yang kami buat, suasana keseharian sampai turnamen,” kata salah satu pengurus PBCC, Suhanto kepada Radar Depok.

Selama 15 tahun berdiri, PBCC telah lima hingga enam kali adakan home turnament, tujuan memang menjaga kecerian, silaturahmi, sampai merawat kemampuan mereka masing-masing.

Tapi jangan kira, ada misi mulia mereka di balik turnamen, yaitu bisa membantu pemerintah menemukan bibit berpotensi dalam dunia catur, ini demi menatap kota depok di kabupaten atau kota orang. Sehingga bisa memberikan kebanggaan pada masyarakat Depok.

“Pemerintah ada batas kemampuan mencari masyarakat yang berpotensi dunia catur. Jadi tidak ada salahnyan kami turut serta membantu meraba dan mencari bibit, terlebih bibit muda,” ungkap Suhanto dihadapan kopi miliknya.

Hal itu tidak sia-sia. Tepat awal tahun 2020, PBCC menemukan anak yang masih duduk di bangku SMP dan masih berusia 14 tahun. Tapi telah melanglang buana di dunia catur, segelintir prestasinya saja, sudah dinobatkan sebagai GM cilik setelah berhasil kantongi juara 1 di Kota Ambon dalam ajang kejuarana Nasional.

“Iya namanya Yosep, itu permata. Alhamdulillah sekarang Yosep sudah bergabung bersama kami, dan sedang seleksi untuk Porprov.  Terakhir tes kemarin poinnya ada di peringkat ketiga,” tuturnya. (bersambung)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR