Terminal Jatijajar Mulai Ramai
MULAI RAMAI: Suasana Terminal Jatijajar Depok, mulai meningkat kembali pasca operasional pelarangan mudik, BPTJ mencatat peningkatan penumpang sekitar 60 persen. FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK — Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat kenaikan penumpang terus terjadi di Terminal Type A Jatijajar, Kota Depok yang berada di bawah naungannya.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menyebutkan bahwa berdasarkan data pada akhir Mei kenaikan jumlah keberangkatan penumpang AKAP di Terminal Jatijajar Depok, Terminal Poris Plawad Tangerang dan Terminal Baranangsiang Bogor, sementara khusus untuk terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan tidak terjadi kenaikan.

Peningkatan terjadi dengan asumsi dibandingkan dengan jumlah rata-rata penumpang pada masa normal yaitu pada Januari-Maret 2021. Untuk Terminal Jatijajar Depok, Polana menyampaikan dalam keterangan resminya, bahwa pada Januari hingga Maret, setiap hari AKAP rata-rata melayani penumpang sekitar 324 orang, sementara setelah berakhirnya masa peniadaan mudik setidaknya rata-rata per hari terdapat pengguna layanan angkutan AKAP di terminal ini sebanyak 519 penumpang.

“Dengan demikian kenaikan penumpang yang berangkat melalui Terminal Jatijajar Depok pada periode ini tercatat kurang lebih sebesar 60 persen,” jelas Polana.

Dilanjutkannya, wilayah paling banyak dituju penumpang dari Terminal.Jatijajar adalah, Ponorogo, Bojonegoro, Yogyakarta, dan Pekalongan. “Tercatat di BPTJ ada 48 PO yang ada di Terminal Jatijajar,” ungkapnya.

Terkait perbandingan kedatangan penumpang AKAP pada masa setelah peniadaan mudik Polana menjelaskan, untuk Terminal Jatijajar Depok dan terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan tidak terjadi perbedaan yang signifikan. “Untuk Terminal Jatijajar Depok rata-rata setiap harinya melayani 18 penumpang kedatangan, sedangkan Terminal Pondok Cabe kurang lebih 14 orang per hari,” tambahnya Polana.

Berbeda untuk Terminal Poris Plawad Tangerang, Polana menyampaikan bahwa pada waktu normal setidaknya terdapat 70 penumpang kedatangan rata-rata setiap hari, sedangkan pada waktu setelah berakhirnya masa peniadaan mudik tercatat turun mengingat hanya terdapat rata-rata sekitar 37 penumpang per hari. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR