PPDB SMA
PROSES PPDB : Orang tua bersama anak ketika ingin mendaftarkan sekolah melalui PPDB Online tahap I di SMAN 1 Depok, Jalan Nusantara Raya, Kecamatan Pancoranmas. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri Tahap I di Kota Depok sudah rampung. Dari total 17.081 calon siswa yang mendaftar, hanya 2.057 yang dinyatakan lolos. Artinya, sebanyak 15.024 tidak lolos.

Hasil ini usai penetapan melalui tahapan verivikasi data, penetapan dari rapat dewan guru, serta koordinasi Satuan Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan.

“Alhamdulilah berjalan lancar dan sesuai harapan kita. Khusus Kota Depok 94 persen terpenuhi. Ini menjadikan sekolah di Kota Depok banyak yang mendaftar,” terang Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah Jabar II, I Made Supriatna kepada Radar Depok, Rabu (23/6).

Kata Made, jumlah yang ditetapkan masing-masing sekolah menerima, antara lain SMAN 1 (160 siswa), SMAN 2 (159 siswa), SMAN 3 (179 siswa), SMAN 4 (157 siswa), SMAN 5 (160 siswa).

Kemudian, SMAN 6 (160 siswa), SMAN 7 (126 siswa), SMAN 8 (160 siswa), SMAN 9 (126 siswa), SMAN 10 (159 siswa), SMAN 11 (103 siswa), SMAN 12 (125 siswa), SMAN 13 (139 siswa), SMAN 14 (72 siswa), dan terakhir di SMAN 15 (72 siswa).

“Kalau dilihat dari data yang ada, paling banyak lolos itu ada di SMAN 3 sebanyak 179 siswa, dan yang paling sedikit ada di SMAN 14 dan 15, sama-sama 72 siswa yang lolos,” ungkap Made.

Depok menjadi kota peringkat pertama yang paling tinggi jumlah pendaftar PPDB online pada tahap I. Melebihi kapasitas, mencapai 20 ribu siswa yang mendaftar.

PPDB online pada tahap I ini ada jalur afirmasi, yang di dalamnya ada Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Kondisi Tertentu, Perpindahan atau Anak Guru, dan Prestasi Kejuaran.

Sesuai data yang diterima Radar Depok, jumlah penetapan siswa yang lolos pada KETM sebanyak 512 siswa, lalu di ABK ada delapan siswa, pada Kondisi Tertentu ada 91 siswa, untuk Perpindahan/Anak Guru ada 203 siswa, lalu yang terakhir pada Prestasi Kejuaraan ada 221 siswa. “Yang tercatat pada kami, KETM paling banyak dari antara semuanya,” kata Made.

Dijelaskan Made, ada beberapa faktor yang membuat pendaftar di Depok overload. Pertama, karena bertambahnya siswa dari Jakarta yang berkeinginan bersekolah unggulan di Depok.

“Ini memang buntut dari sekolah negeri di depok, siswanya banyak yang ke terima di perguruan tinggi. Catatan kami ada sekitar 900 orang warga jakarta yang mendaftar di sekolah Depok,” jelas Made.

Lalu, faktor lainnya, karena ingin melakukan percobaan di awal, mengenai masuk atau tidaknya itu urusan nanti karena bisa lagi mendaftar pada PPDB online tahap kedua.

“Dan faktor terakhir, banyak juga yang memaksakan kehendak, seperti nilai atau prestasi sudah jelas tidak memenuhi tapi tetap dicoba. Ini yang menjadi jumlahnya banyak” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro