I Made Supriatna KCD Jabar
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, I Made Supriatna. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kota Depok dimulai dengan Tahap 1 pada Senin (7/6) hingga Jumat (11/6). Dinas Pendidikan Jawa Barat telah menyiapkan segala hal, agar seluruh tahapan berjalan baik dan lancar.

Beberapa jalur pendaftaran PPDB SMA di Tahap 1 yang dibuka, meliputi jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas, dan jalur prestasi (nilai rapor dan kejuaraan). Sedangkan untuk SMK di Tahap 1 ada lima jalur pendaftaran. Di antaranya jalur afirmasi, prioritas terdekat, perpindahan tugas, prestasi rapor unggulan, dan prestasi kejuaraan.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, I Made Supriatna menyebutkan, persiapan menghadapi Tahap 1 sudah matang, dan setiap satuan pendidikan yang dituju baik SMA Negeri dan SMK Negeri sudah siap dalam membantu calon pendaftar yang memiliki kesulitan pada proses pendaftaran berlangsung.

“Apabila di Tahap 1 calon peserta didik tidak lolos, maka dapat mendaftar kembali di Tahap 2 pada 25 Juni sampai 1 Juli. Bagi SMAN melalui jalur zonasi, dan SMKN melalui jalur prestasi rapor umum,” ungkap I Made kepada Radar Depok.

Sejumlah persyaratan yang perlu disiapkan oleh orang tua atau wali calon peserta didik, di antaranya untuk jalur zonasi dan prestasi harus mengupload ijazah atau surat keterangan kelulusan, akta kelahiran, kartu keluarga (minimal tinggal satu tahun), KTP, buku rapor (semester satu sampai lima dan keterangan ranking), serta surat tanggung jawab mutlak dari orang tua.

Bagi jalur perpindahan tugas orang tua atau wali dan anak guru serta jalur Afirmasi itu masuk persyaratan khusus. Antara lain Kartu Program Penanganan Kemiskinan atau terdaftar pada DTKS Dinsos (Bagi jalur Afirmasi, Surat Keterangan Domisili RT/RW (Bagi Afirmasi korban bencana alam/sosial).

“Kemudian surat tugas orang tua bagi jalur perpindahan tugas orangtua/wali maksimal tiga tahun atau anak guru, dan bagi afirmasi tertentu penanganan Covid-19, dan piagam serta dokumentasi prestasi (untuk jalur prestasi kejuaraan) maksimal tiga tahun, minimal enam bulan,“ tuturnya.

Selain itu lanjutnya, seluruh SMA yang ada di Provinsi Jawa Barat wajib menerima calon peserta didik berdasarkan kuota dari jalur yang diikuti. Jalur zonasi memiliki peluang lebih besar dibanding jalur lainnya, yakni 50 persen dari daya tampung sebelumnya. Jalur Afirmasi 20 persen dari daya tampung sekolah, jalur Prestasi sebesar 25 persen. Dan apabila masih tersisa kuota, maka akan dialihkan pada jalur prestasi.

“SMK jalur Afirmasi yang akan lolos 20 persen dari daya tampung, peserta didik berdomisili dekat dengan sekolah kuotanya 10 persen, peserta didik dari orang tua berpindah tugas atau anak guru kuotanya lima persen, dan jalur prestasi rapor dan kejuaraan sebesar 65 persen,” terangnya.

Ada yang menarik dari PPDB SMA dan SMK tahun ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memiliki tagline ‘Sekolah Di Mana Saja Sama’, yang berarti peserta didik dapat memilih sekolah swasta. ”Untuk PPDB tahun2021, SMA swasta menjadi pilihan ketiga,” ucap I Made.

Pada jalur Zonasi SMA yang ditentukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 29 Tahun 2021, calon peserta didik dapat memilih SMA Negeri berdasarkan Kecamatan domisili dan lokasi sekolah. Tetapi, pihaknya akan mengajukan perubahan mengenai hal tersebut. “Kami usulkan setiap irisan yang berdekatan antara kecamatan bisa mendaftarkan ke SMA yang dituju. Usulan sudah masuk ke Provinsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Depok, Usep Kasman mengaku, sudah mempersiapkan untuk menghadapi PPDB 2021 ini. Mulai dari pembentukan panitia, dan persiapan infrastruktur.

“Nanti kami hanya menunggu proses pendaftaran. Hanya verifikasi saja, mengecek jumlah siswa pendaftar dan mengecek kelengkapannya. Karena mereka sendiri yang langsung mendaftar via daring,” ungkap Usep kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Usep, SMAN1 Depok rencananya akan membuka sembilan kelas dengan 36 siswa dalam satu rombelnya dan akan terisi oleh peserta didik melalui Jalur zonasi 50 persen dari daya tampung, afirmasi 20 persen dari daya tampung sekolah, dan jalur prestasi sebesar 25 persen.

“Alhamdulillah tahun ini tidak terlalu repot karena penyeleksiannya lewat komputer. Untuk jalur Zonasi kami sudah usulkan agar se-Kota Depok saja jangan per kecamatan, jadi semua siswa bisa mendaftar, termasuk yang dalam irisan wilayah,” bebernya.

Lebih lanjut, Pihaknya akan mengikuti semua aturan yang termaktum di dalam Pergub. Termasuk pada jalur prestasi non akademik, seperti prestasi hafidz Quran, pramuka, maupun olimpiade yang dihitung dengan skor.

Diketahui, penskoran penghafalan atau hafidz Quran, di antaranya 11-30 juz setara dengan Juara 1 tingkat Internasional. Kemudian 7-10 juz sama dengan Juara 1 tingkat Nasional. Dan hafal 4-6 juz setara Juara 1 tingkat Provinsi. Serta hafal 3 juz sama dengan Juara 1 tingkat Kabupaten/Kota. “Kami menaati semua peraturan yang ada di Pergub,” terang Usep.

Terpisah, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyebutkan terdapat tujuh SMA terbaik di Kota Depok berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020. Salah satu di antaranya SMA Negeri 1 Kota Depok.

Menanggapi hal itu Usep mengatakan, memang sudah menjadi kebiasaan siswa SMA 1 Depok ditempa dalam menghadapi ujian maupun agenda lain seperti olimpiade sains nasional (OSN) dan lain-lain.

“Memang karena budaya belajar di sini sudah terbentuk sejak lama. Saya kira ini menjadi prestasi yang luar biasa. UTBK kan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Sebagai kepala sekolah saya bersyukur dan mudah-mudahan di tahun ini bisa dipertahankan,” ungkapnya.

Dirinya juga merencanakan program agar prestasi yang dicapai siswa tetap konsisten dan bisa dipertahankan. Apresiasi juga turut dibeikan kepada komite sekolah dan para alumni yang selalu memotivasi para siswa agar terus melangkah maju untuk berprestasi.

“Hadirnya tagline sekolah sama, berarti yang masuk tidak tersaring lagi. Sebetulnya karena ada zonasi, porsinya lebih besar. Sehingga bagaimanapun potensi anak harus kita terima. Harapannya kita bagaimana membuat program supaya prestasi itu tetap konsisten dan menjadi tantangan bagi kepala sekolah dan guru-guru.yang pasti, budaya belajar tetapi kita kembangkan dan tetapkan,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis: Daffa Syaifullah

Editor: M Agung HR