Beranda Utama Regulasi Baru, Cara Pemerintah Cegah Antrean Panjang Ibadah Haji

Regulasi Baru, Cara Pemerintah Cegah Antrean Panjang Ibadah Haji

0
Regulasi Baru, Cara Pemerintah Cegah Antrean Panjang Ibadah Haji
Pemerintah sedang merancang regulasi baru untuk ibadah haji.

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Setelah dua tahun jamaah Indonesia tidak bisa berangkat ibadah haji dan menyebabkan terjadinya antrean yang semakin panjang, pemerintah melalui Kementarian Agama (Kemenag) membuat skema baru terkait pemberangkatan calon jamaah haji yang akan datang.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi mengatakan, menguatkan regulasi akan menjadi langkah awal pemerintah agar antrean tidak mengular secara tidak terkendali.

“Misalnya, regulasi saat ini mengatur batasan usia untuk mendaftar haji 18 tahun. Kemenag juga melarang praktik pemberian dana talangan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk membayar setoran awal jemaah,” terang Khoirizi.

Khoirizi mengaku, pemerintah terus menyuarakan agar Arab Saudi bisa segera meningkatkan sarana prasarana di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Peningkatan sarana prasarana itu diharapkan akan diikuti dengan penambahan jumlah kuota haji.

“Pada 2019, Indonesia mendapat tambahan kuota 10 ribu dari Saudi, sehingga total kuotanya saat itu menjadi 221 ribu. Penambahan kuota perlu ditunjang perbaikan sarana. Kami berharap peningkatan sarana, utamanya di Mina, bisa segera dilakukan Saudi,” ujar Khoirizi.

Khoirizi menambahkan, jemaah yang tertunda keberangkatannya, akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan pada penyelenggaraan haji di tahun mendatang.

Khoirizi membeberkan, batalnya pemberangkatan jamaah haji yang menyebabkan antrean haji semakin lama memang tidak bisa dihindari oleh pihaknya.

“Tertundanya keberangkatan dua tahun terakhir, tentu memperpanjang antrian, itu keniscayaan dan tidak bisa dihindari,” terangnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya