terpapar korona di depok

RADARDEPOK.COM – Ini bukan lagi dianggap sepele. Bisa dibayangkan, penularan Virus Korona (Covid-19) sangat begitu cepat. Contohnya di RW10 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Sedikitnya, ada 60 warga di RW tersebut yang terpapar virus mematikan dan kini tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Ketua RW10 Kelurahan Tugu, Wagiman menerangkan, kasus di wilayahnya saat ini memang meningkat sangat pesat, terhitung dari setelah lebaran. “Ada 60-an kasus, tetapi saat ini kami masih proses pendataan bisa jadi lebih dari angka tersebut,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (23/6).

Peningkatan kasus ini terbanyak dari klaster keluarga. Mengingat banyak warga Tugu yang kerja di luar Depok. “Selain itu, pemicu lainnya yakni mudik lebaran bahkan banyak masyarakat yang pergi wisata,” jelasnya.

Kendati demikian, satgas di lingkungannya sudah menyediakan rumah isolasi bagi masyarakat yang tidak memungkinkan untuk isolasi dirumahnya. “Tetapi sejauh ini rumah yang kami sediakan belum terpakai, karena memang rata-rata rumah yang terpapar layak untuk melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

Demi memastikan ketersediaan makanan bagi masyarakat di wilayahnya, pihak juga memberikan makanan kepada masyarakat yang menjalani isolasi. “Dari pagi seluruhnya yang menjalani isolasi sudah kami berikan sarapan, dan Satgas RW 10 akan membuka dapur umum untuk warga yang terpapar,” ungkapnya.

Wagiman memastikan, untuk penanganan non-medis, Satgas RW10 sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik. Walaupun kondisi RW 10 seperti ini, tetapi kami ingin masyarakat yang menjalani isolasi merasa diperhatikan. “Sehingga kami berusaha mecukupi segala kebutuhan selama isolasi,” jelasnya.

Terpisah, Camat Cimanggis, Abdul Rahman membenarkan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan di RW 10 Kelurahan Tugu. Dia menilai semua sudah bekerjasama dengan baik, dalam melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan.

“Dari pihak kecamatan, kelurahan, RT, RW sudah melakukan upaya mulai dari bantuan logistik, penyemprotan disinfektan dan yang lainnya. Serta dokter puskesmas juga siap melakukan pemantauan selama 24 jam untuk warga yang terpapar,” terangnya.

Abra –sapaan Abdul Rahman- mengatakan, saat ini di Kecamatan Cimanggis memang Kelurahan Tugu memiliki kasus tertinggi dan selanjutnya di susul oleh Kelurahan Mekarsari. “Untuk hari ini (Kemarin) di Kecamatan Cimanggis, ada dua orang yang meninggal karena Covid-19. Di Tugu dan di Harjamukti,” jelasnya.

Dia meminta, agar masyarakat khususnya di Kecamatan Cinanggis dapat benar-benar mematuhi protokol kesehatan, saling menjaga keluarga serta tidak keluar rumah jika tidak mendesak. “Operasi yustisi sekaligus sosialisasi juga rutin kami lakukan. Bahkan, pembatasan aktifitas malam pun kami pantau,” tandasnya. (tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah 

Editor : Fahmi Akbar