Sekolah Ayah Bunda Angkatan Ke-3
PEMBERDAYAAN: DPAPMK Kota Depok saat menggelar Sekolah Ayah Bunda (SAB) di Wisma Hijau Cimanggis, Sabtu (29/5). FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok kembali membuka gelaran Sekolah Ayah Bunda (SAB) Angkatan Ke-3 di Wisma Hijau Cimanggis Depok, pada Sabtu (29/5).

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, tujuan dari pelaksanaan sekolah ini adalah untuk meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Depok.

“SAB pada tahun ini terbagi menjadi dua kelas. Yaitu umum dan anak berkebutuhan khusus (ABK),” tutur Nessi kepada Radar Depok.

Di dalam kelas, masing-masing berisi 25 pasangan ayah bunda, dengan jadwal pertemuan sebanyak enam kali. Yang dimulai pada akhir Mei 2021 sampai awal Juli 2021. Nessi mengatakan, pasangan suami istri yang mengikuti SAB, harus memiliki usia di bawah 45 tahun. “Ayah bunda yang mengikuti sekolah ini harus berusia di bawah 45 tahun,” jelas Nessi.

Kemudian, di dalam SAB kali ini terdapat empat bagian materi. Yang pertama, bersinar bersama pasangan, kedua optimalisasi tumbuh kembang dan karakter anak. “Lalu bagian ketiga dan keempat akan dijelaskan mengenai ayah pahlawan keluarga dan bunda penyejuk hati,” tambahnya.

Nessi berharap dengan terlaksananya SAB bisa meningkatkan kapasitas pengasuhan anak, serta mewujudkan ketahan keluarga di Kota Depok.

“Dan juga bisa mengukuhkan pembangunan keluarga menuju masyarakat sejahtera,” bebernya.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris yang hadir secara virtual mengatakan, SAB memiliki keterkaitan dengan isu strategis pembangunan di Indonesia khususnya di Kota Depok. Karena menurutnya, sekolah tersebut dapat menjadi pondasi utama dari keberhasilan program Ketahanan Keluarga.

“Ketahanan Keluarga juga merupakan program inovatif yang dimiliki Kota Depok. Saat ini SAB sudah memasuki angkatan ketiga,” tutur Idris.

Lebih lanjut, baginya SAB bukan hanya sebagai media ketahanan keluarga. Namun juga sebagai kontrol atau pengendali terhadap keluarga-keluarga di Kota Depok agar terwujud keluarga yang harmonis. “Dari sisi ilmu parenting dan pengasuhan, juga merupakan hal sangat penting khususnya di masa pandemi Covid-19,” bebernya.

Idris berharap, wisudawan SAB bisa menjadi Duta Ketahanan Keluarga bagi masyarakat Kota Depok. Serta dapat memberikan pengetahunan dan pembelajaran kepada masyarakat sekitar terkait kehidupan rumah tangga, dan pola asuh anak. (rd/dis)

 

Jurnalis: Putri Disa

Editor: M. Agung HR