RSUD Depok
Ilustrasi. RSUD Kota Depok

RADARDEPOK.COM – Saat ini sudah darurat. Warga Depok jangan melulu menganggap Virus Korona (Covid-19) tidak ada. Sampai Kamis (17/6), tingkat keterisian pasien Covid-19 baik bed isolasi maupun ICU sudah tersisa 20 persen dari kapasitas yang tersedia di 24 rumah sakit. Arahan pusat Kota Depok dianjurkan adanya tambahan bed sebanyak 40 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menjelaskan, saat ini peningkatan kasus Covid-19 cukup signifikan setiap harinya.  “Bed ataupun ruang isolasi untuk pasien Covid-19 sudah terpakai 80 persen,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (17/6).

Menurutnya, saat ini sedang diusahakan agar ada penambahan bed untuk menampung kasus Covid-19 di Kota Depok. Berdasarkan arahan dari pusat, perlu ditambah 40 persen untuk mengantisipasi lonjakan kasus ini. “Tetapi penambahan bed juga berpengaruh pada penambahan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kami juga masih menunggu arahan selanjutnya,” tuturnya.

Baca Juga  Banyak WNA di Depok, Ini Jumlahnya

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, saat ini yang sedang diupayakan penambahan ruang isolasi di rumah sakit. Jadi ada beberapa rumah sakit yang saat ini yang akan menambah kapasitas untuk ruang perawatan. Diantaranya RS Bunda Margonda yang sedang dipersiapkan. “Terus kemarin malam ada penambahan 10 bed di RS GPI. Mudah-mudahan di RS Bunda Margonda dalam minggu ini bisa terealisasi,” ungkapnya.

Penambahan bed tentu harus dibarengi dengan sarana dan prasarana pendukung. Untuk itu, selain dua RS tersebut Satgas masih mengupayakan penambahan bed dari RS lain.

“Kami sedang mempersiapkan itu, terus berkembang. Ada beberapa rumah sakit yang sedang dikoordinasikan untuk penambahan. Tentunya disesuaikan juga dengan fasilitas di rumah sakit, karena memang penambahan ruang isolasi harus disiapkan dengan sarpras dan SDM yang dimiliki RS tersebut. Jadi minggu ini kita coba koordinasikan,” tambahnya.

Baca Juga  Perang Klasik Eropa Vs Amerika

Di sisi lain Satgas belum berencana menambah tempat isolasi bagi pasien tanpa gejala. Jumlah pasien tanpa gejala saat ini memang mengalami kenaikan. Namun, mereka masih bisa menjalani isolasi di Makara UI dan PSJ secara bergiliran.

“Sampai saat ini belum ada (rencana penambahan), tapi kita liat perkembangan setelah minggu ini. Memang tren kasus sedang tinggi, OTG-nya banyak. Ini yang Makara kan keluar masuk ya, mudah-mudahan yang di dalam sudah selesai. Sampai saat ini belum kita rencanakan, tapi lihat tren sampai minggu besok. Terus Senin kita lihat zonasi dan kita rumuskan,” bebernya.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Devi Maryori mengatakan,  ICU sudah full. Saat ini pun ada pasien yang masuk ICU harus mengantre.  Lonjakan signifikan terjadi selama sepekan terakhir. Kenaikan terjadi secara perlahan pada pekan pertama dan kedua pasca Lebaran 2021. Saat ini pihaknya mengaku sudah tidak dapat menambah kamar ICU karena juga harus melayani pasien non Covid-19.

Baca Juga  MUI Depok Ajak Boikot Produk Perancis

“Sementara sudah tidak ada ruangan lagi karena ICU penyakit umum aja saat ini hanya dua karena pasien umum juga tidak kalah umum. Kita juga harus menyediakan juga ICU untuk pasien-pasien pasca operasi, operasi umum, bedah, pasien-pasien di dalam yang mengalami perburukan,” ujarnya.

Salah satu pasien yang terpapar Covid-19 yang masuk RSUD harus antre saat ke ICU. PB mengaku, sudah masuk beberapa sumah sakit dan memang full ICU-nya. Akhirnya terakhir ke RSUD Depok. Walaupun antre pihak RSUD langsung menangani orangtuanya yang memang positif Covid-19. “Saya masukan orangtua ke ICU karena keadaanya sudah mengkhawatirkan. Alhamdulillah kini sudah tertangani meski harus di kursi roda dahulu,” tandasnya.(tul/rd)

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Fahmi Akbar